kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.670.000   -48.000   -1,77%
  • USD/IDR 17.709   -62,00   -0,35%
  • IDX 6.518   -3,63   -0,06%
  • KOMPAS100 848   -0,96   -0,11%
  • LQ45 642   0,75   0,12%
  • ISSI 229   -1,10   -0,48%
  • IDX30 359   0,71   0,20%
  • IDXHIDIV20 438   1,12   0,26%
  • IDX80 97   -0,06   -0,06%
  • IDXV30 122   -0,08   -0,06%
  • IDXQ30 114   0,40   0,35%

BI Mencatat Uang Primer Tumbuh 17,1% Menjadi Rp 2.254,5 Triliun Pada Juli 2026


Jumat, 07 Agustus 2026 / 11:38 WIB
Diperbarui Jumat, 07 Agustus 2026 / 15:37 WIB
BI Mencatat Uang Primer Tumbuh 17,1% Menjadi Rp 2.254,5 Triliun Pada Juli 2026
ILUSTRASI. Bank Indonesia (BI) mencatat uang primer pada Juli 2026 tumbuh 17,1% secara tahunan menjadi Rp 2.254,5 triliun. (KONTAN/Cheppy A. Muchlis)


Reporter: Siti Masitoh | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Bank Indonesia (BI) mencatat uang primer atau monetary base (M0) Adjusted pada Juli 2026 tumbuh 17,1% secara tahunan (year on year/yoy) menjadi Rp 2.254,5 triliun.

Kepala Departemen Komunikasi BI, Ramdan Denny Prakoso menyampaikan, uang primer tersebut tumbuh lebih tinggi dari bulan sebelumnya sebesar 13,8% yoy.

“Perkembangan ini dipengaruhi oleh pertumbuhan giro bank umum,” tutur Denny dalam keterangannya, Jumat (7/8/2026).

Baca Juga: Menhub Pastikan Perpres Terkait Ojek Online Akan Terbit Sebelum 17 Agustus 2026

Adapun ia mencatat, pertumbuhan giro bank umum di Bank Indonesia adjusted sebesar 17,1% yoy dan uang kartal yang diedarkan sebesar 15,1% yoy.

Berdasarkan faktor yang mempengaruhinya, pertumbuhan M0 Adjusted telah memperhitungkan dampak pemberian insentif likuiditas (pengendalian moneter adjusted).

Sebagai informasi, M0 Adjusted merupakan indikator uang primer yang telah disesuaikan untuk mengisolasi pengaruh penurunan giro bank di BI akibat kebijakan insentif likuiditas. Dengan demikian, indikator ini memberikan gambaran yang lebih komprehensif mengenai kondisi likuiditas riil di perekonomian.

Baca Juga: Menhub Jajaki Investasi dengan China & Rusia Garap Trans Sumatra dan Trans Kalimantan

Sejak Januari 2025, Bank Indonesia secara resmi menyertakan indikator M0 Adjusted dalam laporan likuiditas moneter. Langkah ini bertujuan untuk meningkatkan transparansi dan akurasi dalam memantau perkembangan likuiditas, terutama setelah penerapan kebijakan insentif likuiditas bagi sektor perbankan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×