kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.718.000   -5.000   -0,18%
  • USD/IDR 17.709   -62,00   -0,35%
  • IDX 6.518   -3,63   -0,06%
  • KOMPAS100 848   -0,96   -0,11%
  • LQ45 642   0,75   0,12%
  • ISSI 229   -1,10   -0,48%
  • IDX30 359   0,71   0,20%
  • IDXHIDIV20 438   1,12   0,26%
  • IDX80 97   -0,06   -0,06%
  • IDXV30 122   -0,08   -0,06%
  • IDXQ30 114   0,40   0,35%

Menhub Jajaki Investasi dengan China & Rusia Garap Trans Sumatra dan Trans Kalimantan


Jumat, 07 Agustus 2026 / 11:11 WIB
Menhub Jajaki Investasi dengan China & Rusia Garap Trans Sumatra dan Trans Kalimantan
ILUSTRASI. Kemenhub menjajaki peluang kerja sama dengan China dan Rusia untuk menggarap Trans Sumatra dan Trans Kalimantan. ?(KONTAN/Chelsea Anastasia)


Reporter: Lailatul Anisah | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menjajaki peluang kerja sama dengan China dan Rusia untuk menggarap Trans Sumatra dan Trans Kalimantan.  

Menteri Perhubungan Dudy Purwaghandhi menegaskan penjajakan ini bagain dari upaya pemerintah dalam mempercepat konektivitas kereta api di kawasan tersebut. 

Dudy menyebut, pihaknya sudah menyiapkan peta jalan yang akan ditawarkan para calon investor baik dari dalam ataupun luar negeri. 

"Tapi kita sudah jajaki dengan dalam negeri maupun luar negeri di antaranya China dan Rusia," kata Dudy di Istana Kepresidenan, Kamis (6/8/2026). 

Baca Juga: Bappenas Proyeksikan Ekonomi Hijau Serap 5 Juta Lapangan Kerja Baru hingga 2029

Dudy belum merinci kawasan mana yang akan menjadi prioritas pembangunan. Menurutnya, hal itu akan dibicarakan lebih lanjut jika sudah ada perhitungan bisnis dengan para calon investor. 

Walau begitu, Dudy mengklaim China dan Rusia memiliki minat tinggi untuk mengembangkan KAI logistik di wilayah Kalimantan. Sementara KAI sendiri disebut akan menggarap Trans Sumatera. 

"Kalau saya lihat untuk Sumatera logistiknya KAI yang berminat, sementara yang di Kalimantan itu China dan Rusia yang lebih berminat," tegas Dudy. 

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto memerintahkan PT Kereta Api Indonesia (Persero) bersama Kementerian Perhubungan menggarap pembangunan jalur kereta Trans-Sumatra serta melanjutkannya dengan proyek Trans-Kalimantan.

"Setelah Trans Sumatra, nanti Trans Kalimantan. Kalau bisa bersamaan, kita mulai," kata Prabowo. 

Baca Juga: Cadangan Devisa Indonesia Turun Tipis Jadi US$ 145,3 Miliar Pada Juli 2026

Prabowo menjelaskan pembangunan jalur kereta Trans-Sumatra akan menghubungkan wilayah paling selatan di Sumatra, yaitu Bakauheni di Provinsi Lampung hingga wilayah paling utara Pulau Sumatra. Presiden menyatakan proyek tersebut menjadi target yang harus diwujudkan oleh PT KAI dan Kementerian Perhubungan.

Presiden lalu bertanya kepada Direktur Utama PT KAI Bobby Rasyidin dan Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi mengenai kesiapan keduanya mengerjakan proyek tersebut. 

"Bisa, KAI, Menteri Perhubungan, Kita kasih dia. Tugas harus dikasih yang berat, jangan kasih yang ringan-ringan," kata Prabowo diiringi pernyataan siap dari kedua pejabat tersebut.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×