Reporter: Siti Masitoh | Editor: Herlina Kartika Dewi
KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Kementerian Keuangan mencatat, realisasi penerimaan penerimaan pajak hingga Agustus 2026 mencapai Rp 1.409 triliun atau mencapai 59,8% dari target, dan tumbuh 24,1% year on year (yoy).
Menteri Keuangan Suahasil Nazara membeberkan, bila dilihat berdasarkan jenisnya pertumbuhan realsiasi penerimaan pajak tersebut didorong oleh Pajak Penghasilan Badan, Pajak Pertambahan Nilai (PPN) Dalam Negeri, dan Pajak impor.
Adapun penerimaan PPh badan mencapai Rp 243,7 triliun atau tumbuh 25,5% yoy. Kemudian, PPN DN mencapai Rp 314,8 triliun atau tumbuh 53,9% yoy, serta pajak impor mencapai Rp 259,1 triliun atau tumbuh 53,9% yoy.
Baca Juga: Restitusi Pajak Jadi Sorotan, Menkeu Suahasil: Kalau Hak Pasti Diberikan
Adapun PPh badan tumbuh didorong oleh sektor minyak kelapa sawit yang profitabilitasnya meningkat karena kenaikan harga serta penurunan restitusi. Sedangkan penerimaan PPN DN didorong oleh manajemen restitusi di sektor perdagangan besar BBM, dan peningkatan PPN impor didorong oleh peningkatan harga minyak dan pelemahan kurs.
“PPh badan, migas yang lainnya tumbuh cukup tinggi, PPN DN tumbuh karena manajemen restitusi,” tutur Suahasil dalam konferensi pers, Jumat (18/9/2026).
Selanjutnya, penerimaan pajak dari PPh 22 impor mencapai Rp 57,7 triliun, atau tumbuh 10,5% yoy, PPh orang pribadi mencapai Rp 18,2 triliun atau tumbuh 14,6% yoy. PPh orang pribadi tumbuh positif sejalan dengan fitur prepolated bukti potong yang lebih lengkap pasca implementasi Coretax sehingga meningkatkan kurang bayar.
Baca Juga: Realisasi Penerimaan Negara Naik Jadi Rp 2.055,6 Triliun Hingga Agustus 2026
Penerimaan PPh 26 mencapai Rp 62,5 triliun atau tumbuh 25,5% yoy, pertumbuhan ini sejalan dengan peningkatan intensifikasi penegakan hukum.
PPh final realisasinya mencapai Rp 91,3 triliun atau tumbuh 8,3% yoy, peningkatan pendapatan ini didorong adanya pengalihan hak pertambangan (participating interest) pada sektor pertambangan migas.
Terakhir, penerimaan lainnya mencapai Rp 190,1 triliun atau tumbuh 7,5% yoy.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














