kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.554.000   -10.000   -0,39%
  • USD/IDR 18.060   58,00   0,32%
  • IDX 5.328   49,47   0,94%
  • KOMPAS100 686   6,42   0,94%
  • LQ45 536   5,41   1,02%
  • ISSI 181   1,90   1,06%
  • IDX30 301   3,09   1,04%
  • IDXHIDIV20 393   4,01   1,03%
  • IDX80 79   0,89   1,14%
  • IDXV30 109   1,50   1,39%
  • IDXQ30 99   1,11   1,13%

BI Berpeluang Naikkan Suku Bunga Jadi 6% pada Akhir 2026, Ini Penyebabnya


Rabu, 21 Oktober 2026 / 17:45 WIB
BI Berpeluang Naikkan Suku Bunga Jadi 6% pada Akhir 2026, Ini Penyebabnya
BI pertahankan suku bunga acuan (ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto)


Reporter: Siti Masitoh | Editor: Noverius Laoli

Namun, terdapat beberapa faktor yang mendukung peluang stabilisasi, terutama meningkatnya insentif lindung nilai, imbal hasil SBN sepuluh tahun yang mencapai sekitar 7,43%, serta cadangan devisa sebesar US$ 146,3 miliar.

Selain itu, meskipun investor asing masih melakukan penjualan bersih saham, aliran modal asing ke SBN dan SRBI masih positif, sehingga tekanan pasar saham belum sepenuhnya berkembang menjadi keluarnya modal asing dari seluruh instrumen keuangan Indonesia.

Lebih lanjut, ia membeberkan, penguatan rupiah kemungkinan tetap terbatas karena pasar masih menghadapi ketidakpastian MSCI, tingginya harga minyak dunia, imbal hasil obligasi Amerika Serikat yang berada di atas 5%, serta potensi pengetatan lanjutan oleh The Fed.

Apabila reformasi pasar modal mulai memulihkan kepercayaan investor dan arus modal masuk meningkat, rupiah dapat menguat menuju Rp17.500–Rp17.700.

Baca Juga: BI Kembali Tahan Suku Bunga 5,75%, Rupiah dan Ekonomi Jadi Perhatian

Sebaliknya, apabila tekanan MSCI semakin besar dan The Fed memberikan sinyal pengetatan yang lebih agresif, rupiah berisiko kembali melemah menuju Rp18.200–Rp18.500.

“Karena itu, keberhasilan kebijakan BI sebaiknya tidak hanya dinilai berdasarkan seberapa cepat rupiah menguat, tetapi juga kemampuan mengurangi gejolak kurs, mempertahankan aliran modal asing, dan menjaga cadangan devisa tanpa pengetatan moneter yang berlebihan,” tandasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Analisis Untukmu

Berita ini artinya apa buat kamu?



TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
The Owner's Number Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×