kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.554.000   -10.000   -0,39%
  • USD/IDR 18.060   58,00   0,32%
  • IDX 5.328   49,47   0,94%
  • KOMPAS100 686   6,42   0,94%
  • LQ45 536   5,41   1,02%
  • ISSI 181   1,90   1,06%
  • IDX30 301   3,09   1,04%
  • IDXHIDIV20 393   4,01   1,03%
  • IDX80 79   0,89   1,14%
  • IDXV30 109   1,50   1,39%
  • IDXQ30 99   1,11   1,13%

Rapat Kabinet Paripurna, Menko Airlangga Lapor Fundamental Ekonomi RI Kuat


Rabu, 21 Oktober 2026 / 19:47 WIB
Rapat Kabinet Paripurna, Menko Airlangga Lapor Fundamental Ekonomi RI Kuat
ILUSTRASI. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto (KONTAN/Dendi Siswanto)


Reporter: Nurtiandriyani Simamora | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID-JAKARTA. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyebut kondisi fundamental ekonomi Indonesia masih kuat di tengah ketidakpastian global dan gejolak pasar keuangan.

Sejumlah indikator ekonomi domestik sampai dengan September 2026 masih menunjukkan kinerja positif, mulai dari inflasi, aktivitas manufaktur, hingga penyaluran kredit perbankan.

Hal tersebut disampaikan Airlangga usai rapat kabinet paripurna bersama Presiden Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan pada Rabu (21/10/2026).

Airlangga mengatakan, per September 2026 inflasi Indonesia masih berada dalam rentang sasaran pemerintah sebesar 2,5% plus minus 1% atau sebesar 3,28%. Sementara itu, indeks manajer pembelian (Purchasing Managers' Index/PMI) manufaktur Indonesia masih berada di level optimistis, yakni sekitar 52,5.

Baca Juga: Respon Prabowo Soal Penilaian MSCI: Bangsa Indonesia Tidak Takut Siapa pun

Selain itu, indeks keyakinan konsumen masih berada di level 118. Dari sisi eksternal, cadangan devisa Indonesia tercatat sebesar US$ 146 miliar, yang dinilai cukup untuk membiayai kebutuhan impor selama 6,5 bulan.

"Jadi itu semuanya menunjukkan secara makro hal-hal positif," ujar Airlangga kepada awak media di Istana Kerpresidenan, Rabu (21/10/2026).

Dari sisi perbankan, penyaluran kredit masih tumbuh sekitar 13%. Sementara itu, rasio kredit bermasalah atau non-performing loan (NPL) juga masih relatif rendah.

Airlangga menambahkan, sejumlah program unggulan Presiden Prabowo Subianto juga terus berjalan, termasuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih.

Menurutnya, pelaksanaan program MBG juga dilakukan di sejumlah negara lain, seperti China dan Brasil. Kedua negara tersebut membutuhkan waktu sekitar 10 tahun hingga 11 tahun untuk mencapai tahap pelaksanaan program seperti saat ini.

Di sektor riil, Airlangga menilai kondisi ekonomi Indonesia juga relatif kuat. Ketersediaan pangan masih terjaga, sementara stok beras nasional tercatat berada di atas 5 juta ton.

Selain itu, nilai tukar petani (NTP) juga mengalami peningkatan hingga mencapai level 130. Menurut Airlangga, kenaikan tersebut mencerminkan perbaikan kesejahteraan petani.

Gejolak Pasar Keuangan

Di tengah kondisi tersebut, Airlangga mengakui masih terdapat gejolak sentimen di pasar keuangan, salah satunya terkait penilaian Morgan Stanley Capital International (MSCI) terhadap pasar modal Indonesia.

Namun, ia menilai dinamika tersebut tidak mencerminkan kondisi fundamental perekonomian Indonesia secara keseluruhan. Terlebih, masih terdapat lembaga pemeringkat lain yang dapat memberikan penilaian terhadap perekonomian nasional.

"Memang dari segi sentimen, seperti yang kemarin dibahas, ada riak-riak seperti MSCI, tetapi itu bukan sesuatu yang mengganggu secara keseluruhan," katanya.

Baca Juga: Fitch Ramal Konsumsi Masyarakat RI Melambat pada Semester II-2026

Airlangga menegaskan, capaian ekonomi Indonesia selama dua tahun pemerintahan Prabowo tidak terlepas dari kerja sama antarkementerian dan lembaga (K/L). Menurutnya, koordinasi yang solid diperlukan untuk menjaga ketahanan ekonomi nasional di tengah ketidakpastian global.

Ia juga menyoroti dinamika geopolitik dan perang tarif yang masih membayangi perekonomian dunia. Meski demikian, Indonesia dinilai mampu memperluas akses pasar melalui kerja sama perdagangan dengan sejumlah mitra.

Airlangga menyebut, Indonesia telah mencapai kesepakatan perdagangan dengan Amerika Serikat melalui Agreement on Reciprocal Trade (ART). Sementara itu, dengan Uni Eropa, Indonesia menjalin kesepakatan melalui Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU-CEPA).

"Di tengah situasi yang tidak menentu ini, Indonesia bisa memastikan kerja sama dan membuka akses pasar secara luas," ujarnya.

Ke depan, ia berharap seluruh pemangku kepentingan, termasuk sektor swasta, dapat terus bekerja sama untuk menghadapi ketidakpastian global. Pasalnya, situasi geopolitik diperkirakan masih akan menjadi tantangan hingga tahun depan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
The Owner's Number Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×