kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.554.000   -10.000   -0,39%
  • USD/IDR 18.003   1,00   0,01%
  • IDX 5.234   -44,53   -0,84%
  • KOMPAS100 674   -6,01   -0,88%
  • LQ45 527   -3,47   -0,66%
  • ISSI 178   -1,94   -1,08%
  • IDX30 296   -1,62   -0,55%
  • IDXHIDIV20 387   -2,12   -0,54%
  • IDX80 78   -0,56   -0,72%
  • IDXV30 107   -0,48   -0,44%
  • IDXQ30 98   -0,42   -0,43%

Realisasi Investasi di Kawasan KEK Capai Rp 382 Triliun, Serap 302.000 Tenaga Kerja


Rabu, 21 Oktober 2026 / 11:58 WIB
Realisasi Investasi di Kawasan KEK Capai Rp 382 Triliun, Serap 302.000 Tenaga Kerja
ILUSTRASI. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto (KONTAN/Nurtiandriyani S)


Reporter: Lailatul Anisah | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Realisasi investasi di kawasan ekonomi khusus (KEK) di Indonesia mencapai Rp 382,1 triliun secara kumulatif sejak kawasan tersebut dibentuk. Investasi itu juga telah menyerap sekitar 302.000 tenaga kerja hingga saat ini.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, KEK menjadi salah satu instrumen strategis pemerintah untuk mendorong pertumbuhan ekonomi nasional, termasuk mengejar target pertumbuhan ekonomi hingga 8%.

“Secara kumulatif sejak dibentuk KEK, realisasi investasi senilai Rp 382,1 triliun dan serapan tenaga kerja sebesar 302.000,” ujar Airlangga dalam Rapat Koordinasi Pengembangan KEK Triwulan III 2026, di Kantor Kemenko Perekonomian, Rabu (21/10/2026).

Baca Juga: Menteri PKP dan Bappenas Bahas Roadmap Perumahan, Target 10 Juta Unit pada 2029

Adapun sepanjang Januari-September 2026, investasi yang terealisasi di kawasan KEK mencapai Rp 46 triliun. Realisasi tersebut turut menambah penyerapan tenaga kerja sebanyak 53.000 orang.

Airlangga menyebut, saat ini Indonesia memiliki 25 KEK yang tersebar di berbagai wilayah. Sebanyak tujuh kawasan berada di Pulau Jawa, sedangkan 18 kawasan lainnya berada di luar Jawa.

Berdasarkan bidang usaha, KEK tersebut terdiri dari 13 kawasan industri, enam kawasan pariwisata, dua kawasan kesehatan, satu kawasan digital, dua kawasan teknologi, serta satu kawasan untuk jasa lainnya. Jumlah badan usaha yang beroperasi di seluruh KEK tercatat sebanyak 509 badan usaha.

Menurut Airlangga, pengembangan KEK masih perlu dipercepat agar dapat memperbesar kontribusinya terhadap perekonomian. Ia membandingkan luas kawasan ekonomi khusus di Indonesia yang sekitar 24.000 hektare dengan sejumlah negara lain, seperti Vietnam dan Malaysia, yang memiliki kawasan ekonomi khusus dengan luas mencapai 1,8 juta hektare hingga 2 juta hektare. 

Baca Juga: Belanja Negara Rp 1.300 Triliun di Kuartal IV-2026, Defisit APBN Mengintai

"Nah padahal kalau kita lihat size dari negara kita jauh lebih besar. Dan tentunya ini yan menjadi kita untuk kawasan ekonomi khusus," lanjut Airlangga. 

Pemerintah pun mendorong pengembangan KEK di sejumlah sektor, mulai dari kesehatan, pariwisata, industri, hingga digital dan teknologi. Pada sektor kesehatan, misalnya, pemerintah berupaya menarik masyarakat Indonesia yang selama ini memilih berobat ke luar negeri.

Airlangga memperkirakan sekitar dua juta warga Indonesia berobat ke luar negeri, termasuk ke Singapura dan Penang, dengan nilai pengeluaran yang mencapai sekitar Rp 200 triliun. Untuk mengoptimalkan potensi tersebut, pemerintah mendorong pengembangan KEK kesehatan di Sanur, Bali, dan Batam.

Sementara itu, pada sektor pariwisata, pemerintah menargetkan kunjungan wisatawan mancanegara sebanyak 16 juta hingga 17,6 juta orang pada 2026, dengan potensi devisa sekitar US$ 24 miliar. KEK pariwisata diharapkan dapat berkontribusi terhadap pencapaian target tersebut melalui peningkatan kunjungan wisatawan dan aktivitas ekonomi di daerah. 

Baca Juga: Wacana Gaji ASN Lewat Kopdes Makin Kencang, Ini Kata Menkeu

Di sektor industri, Airlangga menyoroti potensi investasi dan penyerapan tenaga kerja di sejumlah kawasan. Ia menyebut KEK Kendal memiliki potensi investasi Rp 370 triliun dengan potensi penyerapan 250.000 tenaga kerja. Sementara itu, KEK Gresik memiliki potensi investasi Rp 264 triliun dengan potensi penyerapan 200.000 tenaga kerja.

Airlangga mengatakan, dukungan perizinan dan perluasan kawasan diperlukan untuk mengoptimalkan potensi tersebut. Pemerintah juga mendorong percepatan pengembangan kawasan industri lainnya agar dapat menarik tambahan investasi.

Sementara itu, pada sektor digital dan teknologi, pengembangan KEK Nongsa di Batam diharapkan dapat menopang pembangunan pusat data atau data center. Airlangga juga menyoroti potensi industri kreatif di KEK Singhasari dan Nongsa, termasuk produksi film dan animasi yang melibatkan lebih dari 1.000 animator di Nongsa. 

Untuk memenuhi kebutuhan industri, pemerintah mendorong program pelatihan vokasi yang disesuaikan dengan kebutuhan tenaga kerja di masing-masing kawasan. Dengan begitu, pengembangan KEK diharapkan tidak hanya menarik investasi, tetapi juga memperluas kesempatan kerja bagi masyarakat.

"Dari tenaga kerja kami harapkan negara ini terus mendorong program yang khusus sehingga bisa mengisi pelatihan vokasi sesuai kebutuhan kawasan," tegas Airlangga. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×