kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.614.000   8.000   0,31%
  • USD/IDR 17.940   -67,00   -0,37%
  • IDX 6.176   67,33   1,10%
  • KOMPAS100 814   12,72   1,59%
  • LQ45 622   13,33   2,19%
  • ISSI 212   0,39   0,18%
  • IDX30 351   8,04   2,34%
  • IDXHIDIV20 438   9,47   2,21%
  • IDX80 93   1,54   1,68%
  • IDXV30 117   0,44   0,38%
  • IDXQ30 113   2,94   2,65%

BI Bakal Perluas Operasi Moneter Valas Berbasis Yuan dan Yen


Rabu, 19 November 2025 / 17:03 WIB
Diperbarui Rabu, 19 November 2025 / 17:44 WIB
BI Bakal Perluas Operasi Moneter Valas Berbasis Yuan dan Yen
ILUSTRASI. Pejalan kaki melintas dekat gapura Bank Indonesia di Jakarta, Jumat (24/5/2024). BI berencana memperluas operasi moneter valuta asing (valas) dengan menggunakan instrumen spot dan swap dalam mata uang Chinese Yuan (CNY).


Reporter: Siti Masitoh | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Bank Indonesia (BI) berencana memperluas operasi moneter valuta asing (valas) dengan menggunakan instrumen spot dan swap dalam mata uang Chinese Yuan (CNY) atau renminbi serta Japanese Yen (JPY).

Deputi Gubernur Senior BI Destry Damayanti mengatakan, langkah ini ditempuh untuk memperkuat stabilitas nilai tukar rupiah melalui pendalaman pasar valas domestik.

“Upaya yang kami kembangkan ini bersifat struktural, yaitu bagaimana memperdalam pasar valas di dalam negeri,” ujar Destry dalam konferensi pers, Rabu (19/11/2025).

Baca Juga: BI Prediksi NPI 2025 Tetap Kuat Ditopang Defisit Transaksi Berjalan yang Rendah

Destry menjelaskan, peningkatan instrumen operasi moneter berbasis Yuan dan Yen juga selaras dengan upaya mendorong transaksi Local Currency Transaction (LCT). Volume LCT antara Indonesia dan Cina terus meningkat dan kini mendekati sekitar US$ 1 miliar per bulan.

Selama ini, pelaku pasar kerap kesulitan mendapatkan pasokan renminbi di dalam negeri.

Karena itu, BI berupaya membuka akses yang lebih luas melalui instrumen operasi moneter dan memperkuat mekanisme pasar untuk transaksi Indonesia, renminbi maupun renminbi–rupiah.

Baca Juga: BI Rate Tetap 4,75%, Berikut Pernyataan Lengkap Gubernur BI

Langkah ini juga diharapkan dapat menurunkan ketergantungan pada dolar Amerika Serikat. Sebab, pelaku pasar sebelumnya harus membeli dolar terlebih dahulu sebelum memperoleh renminbi, sehingga menambah tekanan terhadap kebutuhan dolar.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Strategi Implementasi PP 20 tahun 2026 (PPh Final UMKM) dan Mitigasi Risiko SP2DK

[X]
×