Reporter: Lailatul Anisah | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Badan Gizi Nasional (BGN) membuka peluang membawa kasus keracunan dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG) ke ranah hukum apabila ditemukan unsur kesengajaan atau sabotase di balik insiden tersebut.
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono menegaskan pihaknya tidak akan ragu menempuh jalur hukum apabila investigasi menemukan adanya unsur kesengajaan atau sabotase dalam kasus keracunan pada Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Menurut Sudaryono, setiap kasus keracunan akan ditangani secara serius melalui penghentian sementara operasional dapur penyedia makanan (SPPG), pemeriksaan laboratorium bersama Kementerian Kesehatan, hingga investigasi menyeluruh untuk mengetahui penyebab kejadian.
“Kalau memang ada unsur-unsur lain, misalnya ada unsur kesengajaan, sabotase, dan lain-lain, kami tidak segan-segan untuk kemudian diperiksa oleh pihak kepolisian. Memang kalau ada ya kita serahkan semua. Bukan kemudian kita tutup-tutupi atau kemudian kita bela-bela. Kalau salah ngapain dibela,” ujar Sudaryono dalam konferensi pers di Kantor Kementerian Kesehatan, Rabu (5/8/2026).
Baca Juga: Bos BGN Copot 137 Kepala SPPG, Pastikan Zero Tolerance Kasus Keracunan MBG
Ia menegaskan BGN kini menerapkan kebijakan zero tolerance terhadap kasus keracunan makanan dalam program MBG. Menurutnya, setiap insiden harus diperlakukan sebagai persoalan serius karena menyangkut keselamatan dan kesehatan anak-anak sebagai penerima manfaat program.
“Ini keracunan menjadi suatu hal yang fatal. Ini nyawa seseorang, ini kesehatan seseorang, ini keamanan seorang anak yang harus kita jamin. Target saya bagaimana caranya nol kasus keracunan,” katanya.
Sudaryono mengungkapkan, hasil evaluasi sementara menunjukkan sebagian besar kasus keracunan dipicu oleh pelanggaran standar operasional prosedur (SOP) dalam proses memasak dan distribusi makanan.
Ia mencontohkan temuan di salah satu dapur di Papua yang mulai memasak makanan sejak pagi hari sebelumnya untuk disajikan pada keesokan harinya. Praktik serupa juga ditemukan pada dapur MBG di Semarang yang memulai proses memasak sejak malam hari sebelum makanan didistribusikan.
Menurutnya, praktik tersebut melanggar ketentuan waktu pengolahan makanan sehingga meningkatkan risiko kontaminasi dan kerusakan kualitas pangan.
Selain itu, Sudaryono mengatakan terdapat pula kasus keracunan yang bukan berasal dari kesalahan dapur. Salah satunya terjadi ketika makanan MBG dibawa pulang oleh siswa dan dikonsumsi bersama anggota keluarga beberapa jam setelah diterima.
Dalam kasus tersebut, kata dia, yang mengalami keracunan tidak hanya siswa penerima MBG, tetapi juga anggota keluarganya. Karena itu, BGN juga akan memperkuat edukasi kepada peserta didik agar makanan dikonsumsi sesuai ketentuan di sekolah.
Baca Juga: BGN Tetapkan Keracunan MBG sebagai Kejadian Fatal usai Insiden di Semarang
“Kita juga harus ada asas praduga tak bersalah. Ada satu kasus keracunan karena makanannya dibawa pulang. Ini menjadi PR kami bagaimana mengedukasi agar makanan tidak dibawa pulang dan dikonsumsi di luar ketentuan,” jelasnya.
Untuk memperkuat pengawasan, Sudaryono memastikan setiap kasus keracunan akan langsung direspons dengan penghentian sementara operasional dapur terkait, pengujian sampel makanan oleh laboratorium Kementerian Kesehatan dan Dinas Kesehatan, serta investigasi terhadap penyebab insiden sebelum diputuskan langkah lanjutan terhadap pengelola dapur.
Sebelumnya, kasus keracunan MBG kembali terulang. Terbaru, Dinas Kesehatan Kota Semarang melaporkan sebanyak 707 orang diduga mengalami keracunan setelah menyantap Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dibagikan di sekolah pada Jumat (31/7/2026). Jumlah tersebut terdiri atas 693 siswa dan 14 guru.
Para korban rata-rata mengalami gejala seperti pusing, mual, dan muntah setelah mengonsumsi makanan tersebut. Sebagian korban menjalani perawatan di sejumlah rumah sakit, sementara lainnya mendapat penanganan medis sesuai kondisi masing-masing.
Baca Juga: BGN Siapkan Portal Aduan, Buka Ruang Laporan Mitra dan Kepala SPPG
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













![[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI](https://fs-media.kontan.co.id/kstore/upload/brand_images/brand_images_22072614202900.jpg)
