kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45895,84   4,26   0.48%
  • EMAS1.357.000 -0,07%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Bertemu Wapres, Menko PMK Evaluasi Kemacetan Panjang Tol Merak Saat Mudik Lebaran


Kamis, 18 April 2024 / 15:18 WIB
Bertemu Wapres, Menko PMK Evaluasi Kemacetan Panjang Tol Merak Saat Mudik Lebaran
ILUSTRASI. Menko PMK Muhadjir Effendy bertemu Wapres Ma'ruf Amin terkait evaluasi kemacetan di ruas Tol Merak pada mudik Lebaran 2024.


Reporter: Arif Ferdianto | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy bertemu Wakil Presiden (Wapres) Ma'ruf Amin terkait evaluasi kemacetan di ruas Tol Merak pada mudik Lebaran 2024.

Muhadjir menjelaskan bahwa saat ini belum terdapat zona penyangga (buffer zone) di areal tersebut, sehingga penumpukan kendaraan tak terelakkan. Sehingga terjadi kemacetan hingga 16 kilometer saat puncak mudik lebaran 2024.

“Sekarang ini belum ada buffer zone sehingga terjadi penumpukan kendaraan di tol (Tangerang - Merak), termasuk di area parkir yang terbatas itu,” ujarnya dalam keterangan resmi, Rabu (17/4).

Baca Juga: Jasa Marga: Hampir 1,4 Juta Kendaraan Kembali ke Jabotabek pada H1 s.d H+5 Lebaran

Untuk itu, Muhadjir meminta restu Wapres dalam rangka mempercepat realisasi pembangunan tempat istirahat dan pelayanan (TIP) atau rest area di KM 97.

Muhadjir berharap, pada momen mudik lebaran tahun berikutnya rest area tersebut sudah bisa beroperasi sebagai buffer zone. Sehingga, kepadatan kendaraan yang hendak melakukan penyebarangan melalui pelabuhan Merak dapat terurai serta kemacetan panjang tak terulang.

Muhadjir menambahkan, saat ini pembangunan rest area di km 97 pada ruas Tol Tangerang - Merak sudah masuk pada tahap pembebasan lahan. 

Dia meminta kepada Wapres Ma'ruf Amin agar pembangunan ini dilakukan dengan kerjasama antar stakeholder mulai dari pemerintah pusat, pemerintah provinsi, dan pemerintah kota Cilegon serta pihak swasta. 

“Lahannya luas, sekitar 10 hektar. Sehingga nanti untuk buffer zone, sangat ideal,” pungkasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×