kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.553   53,00   0,30%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Bertemu Jokowi, Bank Dunia janjikan dana US$ 11 M


Rabu, 20 Mei 2015 / 11:30 WIB
ILUSTRASI. MAndiri Sekuritas membagikan rekomendasi saham untuk perdagangan Rabu (6/12)


Reporter: Asep Munazat Zatnika | Editor: Sanny Cicilia

JAKARTA. Presiden World Bank Group Jim Yong Kim pagi tadi menemui presiden Joko Widodo (Jokowi) di kantornya. Salah satu pertemuan tersebut adalah untuk menyampaikan komitmen World Bank dalam membantu pembangunan di Indonesia.

Untuk itu, menurut Kim pihaknya telah menawarkan bantuan senilai US$ 11 miliar untuk Indonesia. Bantuan itu akan disalurkan melalui berbagai lembaga keuangan yang berada di bawah naungan World Bank Group.

Secara rinci, bantuan itu akan terdiri dari US$ 3 miliar dari Wold Bank, dan sebesar US$ 8 miliar dari International Finance Corporation (IFC) dan Multilateral Investment Guarantee Agency (MIGA). "Bantuan itu akan diberikan untuk jangka waktu tiga tahun," ujar Kim, Rabu (20/5) di Istana Negara, Jakarta.

Dalam pertemuan tersebut, Jokowi didampingi oleh Menteri Keuangan (Menkeu) BambanG Brojdonegoro dan Sekertaris Kabinet Andi Widjojanto, dan Menteri Sekertaris Negara Pratikno. Pertemuan berlangsung sekitar satu jam.

Sebelumny, Menteri Keuangan (Menkeu) Bambang Brodjonegoro memang sempat menyinggung soal rencana mencari pendanaan dari pinjaman multilateral atau bilateral. Tujuannya, untuk mengantisipasi minimnya penerimaan negara dari pajak, dan menjamin semua program pembangunan tetap berjalan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×