kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.825.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.241   -67,00   -0,39%
  • IDX 7.129   -249,12   -3,38%
  • KOMPAS100 967   -37,26   -3,71%
  • LQ45 691   -25,11   -3,51%
  • ISSI 259   -8,46   -3,16%
  • IDX30 382   -11,34   -2,88%
  • IDXHIDIV20 471   -11,15   -2,31%
  • IDX80 108   -4,04   -3,60%
  • IDXV30 137   -2,36   -1,69%
  • IDXQ30 123   -3,19   -2,53%

Beri Insentif Industri Padat Karya, Pemerintah Siapkan Pembiayaan Berbunga Rendah


Sabtu, 25 April 2026 / 12:00 WIB
Beri Insentif Industri Padat Karya, Pemerintah Siapkan Pembiayaan Berbunga Rendah
ILUSTRASI. Pemerintah akan mendorong sektor industri padat karya melalui skema insentif berbasis pembiayaan,(KONTAN/Carolus Agus Waluyo)


Reporter: Nurtiandriyani Simamora | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemerintah akan mendorong sektor industri padat karya melalui skema insentif berbasis pembiayaan, bukan tambahan stimulus fiskal baru.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan, fokus utama pemerintah saat ini adalah memastikan seluruh program ekonomi yang sudah berjalan dapat dioptimalkan secara maksimal untuk mendukung aktivitas dunia usaha.

“Yang utama kita adalah memaksimalkan stimulus apapun, bukan stimulus tambahan ya, semua program di perekonomian itu berjalan dengan baik,” ujarnya saat ditemui di BPPK Jakarta Selatan, Jumat (24/4/2026).

Baca Juga: BMKG Perkirakan Puncak Musim Kemarau 2026 Tidak Bersamaan, Ini Prediksinya

Ia menambahkan, pemerintah juga akan lebih aktif menjalin komunikasi dengan pelaku usaha guna mengidentifikasi kebutuhan riil di lapangan, termasuk hambatan pembiayaan yang dihadapi sektor padat karya.

“Nanti kita akan lebih aktif panggil businessman, bantuan apa yang bisa kita berikan,” katanya.

Salah satu sektor yang menjadi perhatian adalah industri tekstil dan produk turunannya, seperti alas kaki, yang dinilai masih memiliki potensi ekspor. Namun, sektor ini menghadapi tantangan persepsi sebagai industri yang mulai menurun (sunset industry), sehingga akses pembiayaan dari perbankan menjadi terbatas.

Untuk mengatasi hal tersebut, pemerintah akan mengoptimalkan peran Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia dalam menyediakan pembiayaan dengan bunga yang lebih kompetitif bagi pelaku industri.

Baca Juga: Dampak Rupiah Keok, Siap-siap Bayar Lebih Mahal untuk Biaya Dapur

“Saya sudah diskusi dengan perusahaan-perusahaan tekstil untuk memastikan kita bisa menjadikan dana dengan bunga yang relatif rendah,” jelas Purbaya.

Ia bahkan membuka peluang pemberian bunga pinjaman di bawah tingkat pasar, selama proyek usaha dinilai memiliki prospek yang baik.

“Kalau memang betul-betul menjanjikan, kita ingin menghidupkan semua industri yang bisa dihidupkan di dalam negeri,” imbuhnya.

Selain LPEI, pemerintah juga akan memanfaatkan berbagai instrumen pembiayaan lain seperti PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) dan Pusat Investasi Pemerintah (PIP) untuk memperkuat dukungan terhadap sektor swasta.

Purbaya menegaskan, pemerintah tidak akan meninggalkan sektor swasta, melainkan justru akan memperkuat perannya sebagai motor penggerak ekonomi nasional.

“Jadi jangan takut, pemerintah juga mendorong aktivitas private sector dengan lebih optimal,” tegasnya.

Ia juga meminta pelaku usaha untuk aktif menyampaikan kendala yang dihadapi agar dapat segera ditindaklanjuti oleh pemerintah melalui berbagai instrumen yang tersedia.

Dengan langkah ini, pemerintah berharap sektor padat karya dapat kembali bergairah dan berkontribusi lebih besar dalam penciptaan lapangan kerja di tengah tekanan ekonomi global.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Capital Structure

[X]
×