Reporter: Nurtiandriyani Simamora | Editor: Handoyo
KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan pemerintah akan mendorong sektor industri padat karya melalui skema insentif berbasis pembiayaan, bukan tambahan stimulus fiskal baru.
Purbaya menyampaikan, fokus utama pemerintah saat ini adalah memastikan seluruh program ekonomi yang sudah berjalan dapat dioptimalkan secara maksimal untuk mendukung aktivitas dunia usaha.
“Yang utama kita adalah memaksimalkan stimulus apa pun, bukan stimulus tambahan ya, semua program di perekonomian itu berjalan dengan baik,” ujarnya saat ditemui di BPPK Jakarta Selatan, Jumat (24/4/2026).
Ia menambahkan, pemerintah juga akan lebih aktif menjalin komunikasi dengan pelaku usaha guna mengidentifikasi kebutuhan riil di lapangan, termasuk hambatan pembiayaan yang dihadapi sektor padat karya.
Baca Juga: Pemerintah Berhasil Terbitkan Obligasi Samurai ¥ 172 Miliar, Begini Rinciannya
“Nanti kita akan lebih aktif panggil businessman, bantuan apa yang bisa kita berikan,” katanya.
Salah satu sektor yang menjadi perhatian adalah industri tekstil dan produk turunannya, seperti alas kaki, yang dinilai masih memiliki potensi ekspor. Namun, sektor ini menghadapi tantangan persepsi sebagai industri yang mulai menurun (sunset industry), sehingga akses pembiayaan dari perbankan menjadi terbatas.
Untuk mengatasi hal tersebut, pemerintah akan mengoptimalkan peran Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia dalam menyediakan pembiayaan dengan bunga yang lebih kompetitif bagi pelaku industri.
“Saya sudah diskusi dengan perusahaan-perusahaan tekstil untuk memastikan kita bisa menjadikan dana dengan bunga yang relatif rendah,” jelas Purbaya.
Ia bahkan membuka peluang pemberian bunga pinjaman di bawah tingkat pasar, selama proyek usaha dinilai memiliki prospek yang baik.
“Kalau memang betul-betul menjanjikan, kita ingin menghidupkan semua industri yang bisa dihidupkan di dalam negeri,” imbuhnya.
Baca Juga: Pemerintah Perlu Desain Ulang Insentif demi Serap Lebih Banyak Tenaga Kerja
Selain LPEI, pemerintah juga akan memanfaatkan berbagai instrumen pembiayaan lain seperti PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) dan Pusat Investasi Pemerintah (PIP) untuk memperkuat dukungan terhadap sektor swasta.
Purbaya menegaskan, pemerintah tidak akan meninggalkan sektor swasta, melainkan justru akan memperkuat perannya sebagai motor penggerak ekonomi nasional.
“Jadi jangan takut, pemerintah juga mendorong aktivitas private sector dengan lebih optimal,” tegasnya.
Ia juga meminta pelaku usaha untuk aktif menyampaikan kendala yang dihadapi agar dapat segera ditindaklanjuti oleh pemerintah melalui berbagai instrumen yang tersedia.
Dengan langkah ini, pemerintah berharap sektor padat karya dapat kembali bergairah dan berkontribusi lebih besar dalam penciptaan lapangan kerja di tengah tekanan ekonomi global.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













