CLOSE [X]
kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ451.018,99   5,77   0.57%
  • EMAS992.000 0,00%
  • RD.SAHAM -0.20%
  • RD.CAMPURAN 0.04%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.12%

Belanja Negara Naik, Pemerintah Diminta Waspadai Cost Overrun Proyek Infrastruktur


Kamis, 12 Mei 2022 / 15:49 WIB
Belanja Negara Naik, Pemerintah Diminta Waspadai Cost Overrun Proyek Infrastruktur
ILUSTRASI. Yang perlu diwaspadai dari sisi belanja pemerintah adalah cost overrun (pembengkakan biaya) dari berbagai proyek infrastruktur.


Reporter: Dendi Siswanto | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati memperkirakan penerimaan negara akan tumbuh hingga 11% tahun ini yang ditopang meroketnya harga-harga komoditas seperti batubara dan crude palm oil (CPO). Sisi lain, belanja negara diperkirakan meningkat 10%.

Direktur Center of Economic and Law Studies (Celios) Bhima Yudhistira memperkirakan, penerimaan negara masih akan tumbuh positif bahkan di atas 11% secara year on year (yoy) karena disumbang windfall harga-harga komoditas.

“Jadi ada luck factor dari sisi penerimaan negara bukan pajak (PNBP) dan penerimaan pajak secara umum,” kata Bhima kepada Kontan.co.id, Kamis (12/5).

Baca Juga: Pemerintah Akan Sesuaikan Postur APBN 2022, Tak Lagi Difokuskan untuk Pandemi

Selain itu, kata Bhima, peningkatan penerimaan pajak juga disumbang rebound sektor manufaktur, terindikasi dari naiknya indeks manufaktur atau Purchasing Managers Index (PMI) Manufaktur Indonesia yang kembali menguat ke level 51,9 pada April 2022.

“Dibanding posisi negara peers, tentu kondisi PMI di Indonesia menunjukkan geliat ekspansi sektor industri. Sektor industri penting sebagai indikator karena 30% penerimaan pajak disumbang dari manufaktur,” jelasnya.

Terkait dengan outlook belanja pemerintah pada tahun ini, Bhima memperkirakan, memang akan terdapat kenaikan terutama yang disebabkan oleh melonjaknya beban subdisi energi, pangan serta perlindungan sosial.

Dari simulasi sederhana, dengan harga minyak mentah di atas US$ 100 per barel, Bhima memperkirakan, belanja pemerintah pusat dan transfer daerah akan bertambah Rp 96,2 triliun. “Tapi overall defisit masih bisa lebih rendah dibanding dua tahun terakhir,” kata Bhima.

Namun, kata Bhima, yang perlu diwaspadai dari sisi belanja pemerintah adalah cost overrun (pembengkakan biaya) dari berbagai proyek infrastruktur, baik yang didanai anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) langsung maupun penugasan badan usaha milik negara (BUMN).

“Cost overrun karena inflasi material konstruksi, dan selisih kurs juga menambah beban belanja negara tahun ini,” tandasnya.

Baca Juga: Penerimaan Negara Naik, Defisit APBN 2022 Diperkirakan Bisa di Bawah Target

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

DONASI, Dapat Voucer Gratis!
Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.



TERBARU

[X]
×