kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.857.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.020   -18,00   -0,11%
  • IDX 7.027   -157,66   -2,19%
  • KOMPAS100 971   -21,90   -2,21%
  • LQ45 715   -12,21   -1,68%
  • ISSI 251   -5,90   -2,30%
  • IDX30 389   -4,63   -1,18%
  • IDXHIDIV20 483   -4,52   -0,93%
  • IDX80 109   -2,25   -2,01%
  • IDXV30 133   -1,42   -1,05%
  • IDXQ30 127   -1,23   -0,96%

Belanja Negara Kerap Menumpuk di Akhir Tahun, Ini Penyebabnya


Selasa, 17 Januari 2023 / 17:53 WIB
ILUSTRASI. Pekerja melakukan bongkar muat peti kemas di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Senin (16/1/2023). Belanja Negara Kerap Menumpuk di Akhir Tahun, Ini Penyebabnya.


Reporter: Dendi Siswanto | Editor: Noverius Laoli

Yusuf mencontohkan, proses lelang yang dilakukan di sebelum tahun berjalan atau yang sering disebut pra-lelang.

Ketika pra-lelang sudah disusun atau dilaksanakan di tahun sebelumnya terutama di akhir tahun, maka ketika masuk tahun anggaran baru dan ketika APBN sudah disetujui oleh DPR, maka pemenang lelang kemudian bisa langsung memulai program dari 1 Januari di tahun anggaran yang berjalan.

Sayangnya, ia melihat, sejauh ini terkadang kementerian/lembaga ataupun pemerintah daerah (pemda) justru baru memulai proses lelang di awal tahun dan membutuhkan waktu sekitar kurang lebih 40 hari. 

Baca Juga: Strategi Sri Mulyani Agar Belanja Negara Tidak Menumpuk di Akhir Kuartal

Sehingga ketika lelang baru dimulai di awal tahun berjalan, umumnya program yang direncanakan dalam lelang tersebut baru bisa berjalan di bulan ketiga atau keempat di tahun anggaran berjalan. "Ini menjadi salah satu faktor penyebab anggaran kemudian menumpuk di akhir tahun," ucap Yusuf.

Selain itu, Yusuf menyarankan, koordinasi antara pemerintah pusat dan pemda perlu dilakukan agar realisasi belanja bisa terdistribusi secara proporsional.

Kemudian, perencanaan anggaran yang matang juga perlu dilakukan untuk menyelesaikan masalah klasik anggaran belanja yang menumpuk di akhir tahun berjalan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×