kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.632.000   22.000   0,84%
  • USD/IDR 17.880   0,00   0,00%
  • IDX 6.340   108,24   1,74%
  • KOMPAS100 839   16,49   2,00%
  • LQ45 637   8,89   1,42%
  • ISSI 218   3,63   1,69%
  • IDX30 358   3,90   1,10%
  • IDXHIDIV20 444   3,51   0,80%
  • IDX80 96   1,59   1,69%
  • IDXV30 119   0,82   0,69%
  • IDXQ30 115   1,03   0,91%

Belanja Lebaran Meningkat, Konsumsi Kuartal I-2026 Diperkirakan Tumbuh Kuat


Senin, 30 Maret 2026 / 16:11 WIB
Belanja Lebaran Meningkat, Konsumsi Kuartal I-2026 Diperkirakan Tumbuh Kuat
ILUSTRASI. Belanja Lebaran diprediksi tumbuh 6,24% dibandingkan 2025.


Reporter: Dendi Siswanto | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID-JAKARTA. Momentum Ramadan dan Idulfitri kembali menjadi penggerak utama konsumsi masyarakat pada awal tahun. 

Chief Economist BSI, Banjaran Surya Indrastomo mencatat, pola belanja publik selama periode tersebut menunjukkan tren peningkatan signifikan dibandingkan bulan-bulan lainnya.

Berdasarkan kajian BSI Institute, nilai konsumsi masyarakat pada Ramadan dan Idulfitri 2026 diperkirakan mencapai 1,14 kali lebih besar dibandingkan rata-rata konsumsi di bulan lain sepanjang tahun. Hal ini mencerminkan kuatnya faktor musiman yang mendorong aktivitas ekonomi, terutama dari sisi konsumsi rumah tangga.

Tak hanya itu, secara tahunan, konsumsi pada periode Ramadan dan Lebaran tahun ini diproyeksikan tumbuh sebesar 6,24% dibandingkan 2025. Kenaikan tersebut turut memperbesar kontribusi konsumsi Ramadan dan Lebaran terhadap total konsumsi pada kuartal I-2026.

Baca Juga: Pemerintah Siapkan Bea Masuk Antidumping Baru untuk Baja Impor

"Estimasi peningkatan konsumsi tersebut berkontribusi sebesar 38,12% terhadap total konsumsi kuartal I-2026, naik dari 37,70% pada periode yang sama pada tahun 2025," ujar Banjaran kepada KONTAN, Senin (30/3/2026).

Dari sisi komponen pengeluaran, lonjakan konsumsi didorong oleh sejumlah pos utama. Pengeluaran untuk zakat, infak, dan sedekah menjadi penyumbang terbesar dengan estimasi mencapai Rp 52,67 triliun. 

Selain itu, belanja untuk hadiah diperkirakan mencapai Rp 28,52 triliun, diikuti pengeluaran untuk kegiatan buka puasa bersama sebesar Rp 16,59 triliun, serta konsumsi takjil sebesar Rp 4,31 triliun.

Kombinasi berbagai jenis pengeluaran tersebut memperlihatkan bahwa peningkatan konsumsi tidak hanya berasal dari kebutuhan pokok, tetapi juga dari aktivitas sosial dan keagamaan yang khas selama Ramadan.

Secara keseluruhan, peningkatan konsumsi musiman ini dinilai memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi nasional pada awal tahun.

Banjaran memperkirakan, produk domestik bruto (PDB) Indonesia pada kuartal I-2026 dapat tumbuh sekitar 5,41%, didukung oleh kuatnya permintaan domestik selama periode Ramadan dan Idulfitri.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Strategi Implementasi PP 20 tahun 2026 (PPh Final UMKM) dan Mitigasi Risiko SP2DK

[X]
×