kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.640.000   15.000   0,57%
  • USD/IDR 18.015   52,00   0,29%
  • IDX 5.774   78,50   1,38%
  • KOMPAS100 749   13,86   1,89%
  • LQ45 569   11,92   2,14%
  • ISSI 200   1,33   0,67%
  • IDX30 322   6,75   2,14%
  • IDXHIDIV20 397   7,89   2,03%
  • IDX80 85   1,63   1,95%
  • IDXV30 108   1,54   1,45%
  • IDXQ30 104   1,82   1,78%

Bank Indonesia: Wabah virus corona berpotensi mengganggu prospek ekspor Indonesia


Sabtu, 07 Maret 2020 / 11:30 WIB


Reporter: Bidara Pink | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Bank Indonesia (BI) mencatat cadangan devisa (cadev) pada bulan Februari 2020 sebesar US$ 130,4 miliar. Ini menurun US$ 1,3 miliar dari bulan sebelumnya yang mencapai US$ 131,7 miliar.

Menurut BI, penurunan cadev tersebut disebabkan oleh pembayaran utang luar negeri (ULN) pemerintah. Meskipun turun, BI juga mengklaim bahwa posisi tersebut masih tinggi.

Baca Juga: BI: Posisi cadev pada Februari 2020 menurun ke US$ 130,4 miliar

Sementara saat ini, dunia masih diguncang ketidakpastian yang salah satunya disebabkan oleh wabah virus corona. Sementara untuk ke depannya, Kepala ekonom Bank Mandiri Andry Asmoro melihat bahwa ini bisa menjadi salah satu risiko yang akan memengaruhi cadev Indonesia.

"Ketidakpastian akan wabah ini juga berpotensi mengganggu prospek ekspor Indonesia karena harga komoditas yang stagnan dan mengganggu sektor pariwisata," kata Andry dalam keterangan resminya, Jumat (6/3).

Baca Juga: Ini kisaran penurunan cadangan devisa di Februari 2020 versi IKS




TERBARU

[X]
×