kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.668.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.858   36,00   0,20%
  • IDX 6.117   -60,45   -0,98%
  • KOMPAS100 795   -13,93   -1,72%
  • LQ45 599   -10,20   -1,67%
  • ISSI 213   0,20   0,09%
  • IDX30 339   -6,02   -1,75%
  • IDXHIDIV20 415   -6,04   -1,43%
  • IDX80 90   -1,62   -1,76%
  • IDXV30 112   -1,00   -0,89%
  • IDXQ30 108   -1,93   -1,75%

Bank Indonesia Diproyeksi Tahan Suku Bunga Acuan 5,25% pada Agustus 2025


Senin, 18 Agustus 2025 / 18:42 WIB
Bank Indonesia Diproyeksi Tahan Suku Bunga Acuan 5,25% pada Agustus 2025
ILUSTRASI. Bank Syariah Indonesia (BSI) diproyeksi mempertahankan suku bunga acuan atawa BI Rate pada pertemuan RDG pada 19-20 Agustus 2025


Reporter: Siti Masitoh | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Bank Indonesia (BI) diproyeksi mempertahankan suku bunga acuan atau BI-Rate pada Rapat Dewan Gubernur (RDG) yang digelar pada 19-20 Agustus 2025 di level 5,25%.

Chief Economist Bank Syariah Indonesia (BSI) Banjaran Surya Indrastomo mengatakan, BI berpeluang mempertahankan suku bunga acuan di level 5,25% karena pertumbuhan ekonomi kuartal II yang melampaui ekspektasi yakni sebesar 5,12% year on year (yoy).

“Ini menunjukkan daya tahan domestik yang kuat, sehingga kebutuhan pelonggaran (suku bunga) tambahan belum mendesak,” tutur Banjaran kepada Kontan, Senin (18/8).

Selain itu, ia juga melihat perbedaan suku bunga dengan The Fed masih relatif lebar dan mampu menjaga arus modal asing, sekaligus menopang stabilitas rupiah.

Sebagaimana diketahui, tahun ini BI sudah melakukan pemangkasan BI-Rate sebanyak tiga kali, yakni pada Januari, Mei dan Juli 2025 masing-masing sebesar 25 basis poin (bps).

Baca Juga: Bank Indonesia Diproyeksi Kembali Pangkas Suku Bunga Acuan di Agustus 2025

Meski demikian, ia menghimbau agar BI tetap harus mewaspadai beberapa faktor risiko. Dari sisi eksternal, seperti arah kebijakan The Fed, volatilitas pasar keuangan global, serta harga komoditas yang fluktuatif berpotensi mempengaruhi stabilitas nilai tukar dan inflasi.

Sedangkan dari sisi domestik, Banjaran menyebut, pola musiman belanja pemerintah di paruh kedua tahun ini juga akan menentukan likuiditas dan momentum pertumbuhan.

“Dengan mempertimbangkan keseimbangan antara stabilitas dan pertumbuhan, pemangkasan suku bunga lebih lanjut berpeluang terjadi pada kuartal IV 2025, terutama bila tekanan inflasi tetap terkendali,” tandasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU
Langganan Business Insight promo optimal
Kontan Academy
Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value How to Manage Your Gen Z Salespeople?

[X]
×