kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.729.000   18.000   0,66%
  • USD/IDR 17.705   -113,00   -0,63%
  • IDX 6.268   260,64   4,34%
  • KOMPAS100 836   42,12   5,30%
  • LQ45 627   29,18   4,88%
  • ISSI 215   8,68   4,21%
  • IDX30 354   15,41   4,55%
  • IDXHIDIV20 434   16,48   3,95%
  • IDX80 94   4,73   5,28%
  • IDXV30 116   3,19   2,82%
  • IDXQ30 114   4,48   4,11%

Ekonom Menilai Keputusan BI Tahan Suku Bunga di Level 5,75% Sudah Tepat


Rabu, 23 April 2025 / 21:46 WIB
Ekonom Menilai Keputusan BI Tahan Suku Bunga di Level 5,75% Sudah Tepat
ILUSTRASI. Ryan Kiryanto, Ekonom Senior dam Associate Faculty LPPI. Pho: KONTAN/Achmad Fauzie


Reporter: Nurtiandriyani Simamora | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Keputusan hasil Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia yang menetapkan suku bunga acuan atau BI Rate bertahan di level 5,75% dinilai merupakan keputusan yang tepat, antisipatif sekaligus preemptive seperti yang sudah diperkirakan. 

Ekonom Senior dan Associate Faculty LPPI, Ryan Kiryanto menyampaikan, dengan stance pro stability yang kuat untuk menjaga kestabilan kurs rupiah dan upaya menjaga target inflasi sebesar 2,5% plus minus 1% di tengah tekanan eksternal yang masih kuat, terutama pasca Presiden Amerika Serikat Donald Trump menaikkan secara serempak tarif resiprokal kepada sejumlah negara termasuk Indonesia terkait bea masuk barang-barang ekspor mereka ke AS. 

Baca Juga: BI Tahan Suku Bunga Acuan, Masih Ada Ruang Penurunan

"Dengan ritme ketidakpastian eksternal yang berkelanjutan, menjadikan rupiah rentan terhadap berbagai sentimen negatif, lebih-lebih setelah IMF kemarin menurunkan outlook pertumbuhan PDB Indonesia untuk tahun 2025 ini dari sebelumnya 5,1% ke 4,7%," ungkap Ryan dikutip Rabu (23/4).

Ia meyakini keputusan BI yang melihat ke depan dan tetap akomodatif dari sisi pro stabilitas dan pro pertumbuhan bisa diterima secara komprehensif oleh para pelaku pasar dan dunia usaha. 

Baca Juga: Keputusan BI Tahan Suku Bunga 5,75% Dinilai Tepat, Ini Alasannya

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×