kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.655.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.944   -29,00   -0,16%
  • IDX 5.999   115,16   1,96%
  • KOMPAS100 778   14,20   1,86%
  • LQ45 588   9,58   1,66%
  • ISSI 208   4,74   2,33%
  • IDX30 333   5,83   1,78%
  • IDXHIDIV20 409   6,49   1,62%
  • IDX80 88   1,57   1,82%
  • IDXV30 111   2,39   2,20%
  • IDXQ30 107   1,91   1,82%

Bangun ketahanan pangan nasional, pemerintah akan dirikan food estate di Kalimantan


Selasa, 02 Juni 2020 / 09:40 WIB
ILUSTRASI. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menjawab pertanyaan wartawan sebelum memimpin Rapat Koordinasi (Rakor) tentang Kebijakan Stimulus ke-2 Dampak COVID-19 tingkat menteri di kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Rabu (11/3/2020). Da


Reporter: Vendy Yhulia Susanto | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID -  JAKARTA. Pemerintah berkomitmen untuk terus menjalankan Program Strategis Nasional (PSN), utamanya dalam pemenuhan kebuhan pangan.

Salah satu langkah yang ditempuh pemerintah adalah mendirikan food estate yang akan menjadi lumbungan pangan baru di Indonesia.

Baca Juga: Menteri Basuki sebut program food estate di Kalimantan Tengah bukan di lahan gambut

Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto mengatakan, pemerintah telah menetapkan Kabupaten Pulang Pisau, Provinsi Kalimantan Tengah sebagai daerah food estate.  Hal ini dibahas dalam rapat terbatas, Selasa (2/6).

Dalam Ratas tersebut, Menko Bidang Perekonomian mengemukakan bahwa food estate sudah menjadi PSN pemerintah dan akan dilaksanakan secara sustainable dalam 3 tahun ke depan.

"Semua pihak akan terlibat nantinya. Program ini akan berkelanjutan dan akan memberikan manfaat bagi Bangsa Indonesia," terang Airlangga.

Baca Juga: Ini 28 Perusahaan yang akan Menggelar IPO Tahun Depan

Berdasarkan data Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, luas daerah yang akan dilakukan intensifikasi seluas 10.594 ha, yang berada di kawasan transmigrasi dan tersebar di 55 desa.

Menteri Agraria Tata Ruang (ATR)/Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN), Sofyan A. Djalil mengatakan, perlu dilakukan survei dan pemetaan di daerah yang menjadi food estate tersebut.




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Inventory Management: From Chaos to Control Sales Coaching: Lead Better, Sell More!

[X]
×