kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.940.000   20.000   0,68%
  • USD/IDR 16.808   -72,00   -0,43%
  • IDX 8.032   96,61   1,22%
  • KOMPAS100 1.132   15,02   1,34%
  • LQ45 821   5,36   0,66%
  • ISSI 284   5,77   2,08%
  • IDX30 427   0,41   0,10%
  • IDXHIDIV20 513   -1,95   -0,38%
  • IDX80 127   1,53   1,22%
  • IDXV30 139   0,46   0,33%
  • IDXQ30 139   -0,29   -0,21%

Bambang: 2014 jadi tahun keseimbangan baru ekonomi


Kamis, 10 Oktober 2013 / 11:54 WIB
Bambang: 2014 jadi tahun keseimbangan baru ekonomi
ILUSTRASI. Cara menurunkan gula darah alami.


Reporter: Margareta Engge Kharismawati | Editor: Dikky Setiawan

JAKARTA. Gejolak perekonomian yang terjadi tahun ini, bukan mustahil akan menjadi cikal bakal wajah perekonomian di tahun depan. Untuk itu, Indonesia harus bersiap menghadapi kondisi ekonomi di tahun 2014.

"Tahun 2014 intinya kita harus siap menghadapi keseimbangan baru," kata Wakil Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro dalam outlook ekonomi 2014 bersama CIMB Niaga di Jakarta, Kamis (10/10).

Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) tidak akan berada pada level 9.000 seperti yang terjadi pada tahun 2012. Rupiah akan bergerak di level 10.000-11.000, di mana dalam kesepakatan pemerintah dengan Badan Anggaran (Banggar) Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) disepakati di level 10.500.

Bambang melanjutkan, masyarakat harus sadar bahwa era harga komoditas yang melambung tinggi sudah lewat. Tidak seperti pada 2011, ketika Indonesia dihujani aliran dana quantitative easing dari AS yang menyebabkan ekonomi Indonesia terdorong naik dan terjadi lonjakan harga komoditas.

Yang harus jadi fokus ke depan ini adalah bagaimana meningkatkan produksi. Sebab, harga tidak akan bergerak banyak.

Terlebih, kondisi perekonomian global yang juga akan menuju pada keseimbangan baru di tahun depan. Misalnya China. "China tidak kembali ke masa double digit growth. Mereka ke keseimbangan baru yang bagi mereka pertumbuhannya 7%-8%," tandas Mantan Pelaksana Tugas (Plt) Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan ini.

Ini tentu akan berpengaruh terhadap kinerja ekspor Indonesia ke negeri tirai bambu itu. Apalagi, China adalah pangsa ekspor terbesar bagi Indonesia.

Adapun untuk tahun depan sendiri, pemerintah optimistis pertumbuhan ekonomi masih bisa mencapai level 6%.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×