kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.500   -30,00   -0,17%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

World Bank: 2013, ekonomi Asia Timur tumbuh 7,1%


Senin, 07 Oktober 2013 / 11:27 WIB
ILUSTRASI. Inilah 3 Cara Blokir Kartu ATM BNI secara Online dan Offline. Pho. KONTAN/Carolus Agus Waluyo/07/03/2022.


Reporter: Margareta Engge Kharismawati | Editor: Dikky Setiawan

JAKARTA. Ekonomi negara di kawasan Asia Timur mulai melambat pertumbuhannya. Hal ini, salah satunya dipicu mulai bergesernya kebijakan China dari perekonomian yang berorientasi ekspor ke pemenuhan permintaan pasar domestik.

"Terjadi perlambatan di China," terang Bert Hofman, Ekonom Utama World Bank untuk Asia Timur dan Pasifik dalam teleconference-nya di Singapura, Senin (7/10).

World Bank melihat, hingga akhir tahun, pertumbuhan Asia Timur berada di tingkat 7,1%. Melihat perkiraan itu, ekonomi China diproyeksi tumbuh 7,5% tahun ini. Tanpa China, kawasan ini diharapkan tumbuh di tingkat 5,2% di 2013.

Pertumbuhan di negara-negara berpendapatan menengah besar seperti Indonesia, Malaysia, dan Thailand juga melemah akibat laju investasi yang melambat, lemahnya harga komoditas global melemah, dan rendahnya pertumbuhan ekspor.

Meskipun begitu, pertumbuhan Asia Timur masih lebih tinggi dibanding pertumbuhan negara kawasan lainnya. Di mana, pertumbuhan dunia diprediksi hanya 2,3% di 2013 dan negara-negara dengan pendapatan tinggi seperti Amerika, hanya sebesar 1,3%.

Dengan membaiknya perekonomian di AS, Jepang dan Zona Eropa, serta meningkatnya laju pertumbuhan di triwulan II 2013, negara-negara berkembang di Asia Timur akan mendapatkan keuntungan karena arus perdagangan yang cukup besar.

Namun, persoalan quantitative easing di AS, menyebabkan penjualan pasar saham dan depresiasi mata uang merugikan negara-negara Asia Timur.

Adapun untuk tahun depan, laju ekonomi di Asia Timur diproyeksi tumbuh 7,2%. Untuk Indonesia, World Bank memperkirakan pertumbuhan ekonomi di 2014 melemah hingga 5,3%.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×