kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.668.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.858   36,00   0,20%
  • IDX 6.117   -60,45   -0,98%
  • KOMPAS100 795   -13,93   -1,72%
  • LQ45 599   -10,20   -1,67%
  • ISSI 213   0,20   0,09%
  • IDX30 339   -6,02   -1,75%
  • IDXHIDIV20 415   -6,04   -1,43%
  • IDX80 90   -1,62   -1,76%
  • IDXV30 112   -1,00   -0,89%
  • IDXQ30 108   -1,93   -1,75%

Bahlil Kawal Komitmen Investasi Rp 125 Triliun Hasil KTT G20


Jumat, 21 Juli 2023 / 14:43 WIB
Bahlil Kawal Komitmen Investasi Rp 125 Triliun Hasil KTT G20
ILUSTRASI. Pemerintah bakal terus mengawal komitmen investasi US$ 8 miliar, setara Rp 125 triliun dari hasil perhelatan KTT G20 di Bali. ANTARA FOTO/Didik Suhartono/aww.


Reporter: Dendi Siswanto | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemerintah bakal terus mengawal komitmen investasi US$ 8 miliar atau setara Rp 125 triliun dari hasil perhelatan KTT G20 di Bali.

Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia mengatakan, dari komitmen investasi tersebut, sebagian investasi telah masuk dalam tahap pertama.

Sayangnya, ia tidak menjelaskan secara detail dari nilai realisasi tersebut. 

Baca Juga: Pengadaan TKDN untuk Proyek Pembangkit Hijau Diusulkan Lebih Fleksibilitas

"Sebagian sudah masuk, dari Rp 125 triliun tahap pertama sebagian sudah mulai masuk. Sudah mulai ground breaking, ada yang sudah jalan," ujar Bahlil dalam Konferensi Pers di Jakarta, Jumat (21/7).

Sebagian lagi, kata Bahlil, sudah ada beberapa investor yang masih dalam tahap finalisasi perizinan, seperti feasibility study (FS).

"Sudah mulai jalan, beberapa juga lagi izin-izinnya finalisasi, karena orang mau membangun industri, FS nya minimal dua tahun," katanya.

Seperti yang diketahui, komitmen investasi senilai Rp 125 triliun tersebut berasal dari sejumlah negara seperti Korea Selatan, China dan beberapa negara Eropa.

Baca Juga: Pemerintah Diminta Tegas dalam Proses Divestasi Vale Indonesia (INCO)

Komitmen investasi tersebut salah satunya berasal dari CNGR Advanced Material Co Ltd yang merupakan produsen ternary precursor dari Republik Rakyat Tiongkok.

Untuk itu, pemwrintah akan terus melakukan pengawalan, mulai dari pengurusan perizinan hingga masalah lahan dan insentif yang dibutuhkan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Langganan Business Insight promo optimal
Kontan Academy
Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value How to Manage Your Gen Z Salespeople?

[X]
×