kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.668.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.858   36,00   0,20%
  • IDX 6.117   -60,45   -0,98%
  • KOMPAS100 795   -13,93   -1,72%
  • LQ45 599   -10,20   -1,67%
  • ISSI 213   0,20   0,09%
  • IDX30 339   -6,02   -1,75%
  • IDXHIDIV20 415   -6,04   -1,43%
  • IDX80 90   -1,62   -1,76%
  • IDXV30 112   -1,00   -0,89%
  • IDXQ30 108   -1,93   -1,75%

Aturan Lembaga Pengawas Perlindungan Data Pribadi Ditargetkan Kelar Pertengahan 2024


Jumat, 26 Januari 2024 / 13:33 WIB
Aturan Lembaga Pengawas Perlindungan Data Pribadi Ditargetkan Kelar Pertengahan 2024
ILUSTRASI. Direktur Jenderal Aplikasi Informatika (Dirjen Aptika) Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo), Semuel Abrijani Pangerapan.


Reporter: Vendy Yhulia Susanto | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) tengah memproses pembuatan aturan Lembaga Pengawas Perlindungan Data Pribadi. Aturan ini merupakan aturan pelaksana UU nomor 27 tahun 2022 tentang Pelindungan Data Pribadi yang telah diundangkan pada 17 Oktober 2022. 

Direktur Jenderal Aplikasi Informatika Kemkominfo, Semuel Abrijani Pangerapan mengatakan, draf aturan tentang Lembaga Pengawas Perlindungan Data Pribadi tengah disiapkan. Aturan tersebut nantinya akan berupa peraturan presiden. 

"Targetnya midterm (pertengahan tahun) ini," ujar Semuel di Kantor Kemkominfo, Jumat (26/1).

Semuel menambahkan bahwa Lembaga Pengawas Perlindungan Data Pribadi berada langsung di bawah presiden. Adapun tugas dan wewenang nya tercantum dalam pasal 59 dan pasal 60 UU PDP. 

Tugas yang dimaksud antara lain, perumusan dan penetapan kebijakan dan strategi pelindungan data pribadi yang menjadi panduan subjek data pribadi, pengendali data pribadi, dan prosesor data pribadi. 

Baca Juga: Aduan Soal Kasus Pinjol Masih Marak, Ini Sebabnya

Kemudian, melaksanakan pengawasan terhadap penyelenggaraan pelindungan data pribadi, penegakan hukum administratif terhadap pelanggaran UU PDP, dan fasilitasi penyelesaian sengketa di luar pengadilan. 

Sementara, wewenang Lembaga Pengawas Perlindungan Data Pribadi di antaranya menerima aduan dan/atau laporan tentang dugaan terjadinya pelanggaran pelindungan data pribadi.

Memanggil dan menghadirkan setiap orang dan/atau badan publik yang terkait dengan dugaan pelanggaran pelindungan data pribadi.

Meminta keterangan, data, informasi, dan dokumen dari setiap orang dan/atau badan publik terkait dengan dugaan pelanggaran pelindungan data pribadi.

Serta menjatuhkan sanksi administratif atas pelanggaran pelindungan data pribadi yang dilakukan pengendali data pribadi dan/atau prosesor data pribadi. 

"Kan itu harus beroperasi sesuai UU Oktober tahun ini lembaga ini sudah jalan dan itu dia sebagai pengawas pelaksanaan UU PDP," jelas Semuel.

Sementara itu, Direktur Eksekutif Lembaga Studi dan Advokasi Masyarakat (Elsam) Wahyudi Djafar mengatakan, kunci efektivitas implementasi UU PDP berada pada otoritas perlindungan data sebagai lembaga pengawas yang akan memastikan kepatuhan pengendali dan pemroses data. Serta menjamin pemenuhan hak-hak subjek data. 

Baca Juga: Aduan Soal Kasus Pinjol Masih Marak, Ini Sebabnya

Apalagi ketika UU PDP berlaku mengikat tidak hanya bagi sektor privat, tetapi juga badan publik (kementerian/lembaga). 

"Maka independensi dari otoritas ini menjadi mutlak adanya, untuk memastikan ketegasan dan fairness dalam penegakan hukum PDP," kata Wahyudi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Langganan Business Insight promo optimal
Kontan Academy
Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value How to Manage Your Gen Z Salespeople?

[X]
×