kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.940.000   20.000   0,68%
  • USD/IDR 16.835   -75,00   -0,44%
  • IDX 7.999   63,28   0,80%
  • KOMPAS100 1.128   11,11   1,00%
  • LQ45 819   3,28   0,40%
  • ISSI 283   5,20   1,87%
  • IDX30 425   -0,92   -0,22%
  • IDXHIDIV20 511   -3,66   -0,71%
  • IDX80 126   1,02   0,82%
  • IDXV30 139   0,13   0,09%
  • IDXQ30 138   -0,71   -0,51%

APBN Defisit Rp 21 Triliun Per Akhir Mei 2025


Selasa, 17 Juni 2025 / 15:03 WIB
APBN Defisit Rp 21 Triliun Per Akhir Mei 2025
ILUSTRASI. Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan, Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2025 mengalami defisit sebesar Rp 21 triliun atau 0,09% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) per 31 Mei 2025.


Reporter: Dendi Siswanto | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID-JAKARTA. Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mencatat Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2025 mengalami defisit sebesar Rp 21 triliun atau 0,09% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) per 31 Mei 2025.

Defisit APBN ini disebabkan karena pendapatan negara yang lebih rendah dibandingkan kebutuhan belanja negara yang meningkat.

"Kalau kita lihat di UU APBN, tahun ini UU APBN menetapkan defisit total adalah Rp 616,2 triliun. Jadi ini Rp 21 triliun masih sangat kecil, tapi kita akan terus memantau perkembangan pelaksanaan APBN," ujar Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa (17/6).

Baca Juga: Defisit APBN yang Melebar Berpotensi Menghambat Proses Aksesi OECD

Sri Mulyani mengatakan, pendapatan negara per 31 Mei 2025 mencapai Rp 995,3 triliun atau setara 33,1% dari target APBN.

Sementara itu, realisasi belanja negara mencapai Rp 1.016,3 triliun atau 28,1% dari target APBN.

Dengan kinerja APBN tersebut, keseimbangan primer masih mencatatkan surplus sebesar Rp 192,1 triliun. 

Serta, di sisi pembiayaan anggaran realisasinya mencapai Rp 324,8 triliun atau 52,7% dari target.

Baca Juga: Ketahanan Fiskal APBN 2025 Diuji: Defisit Berpotensi Melebar dan Utang Jadi Beban

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×