kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45725,83   16,46   2.32%
  • EMAS914.000 0,11%
  • RD.SAHAM 0.55%
  • RD.CAMPURAN 0.20%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.01%

Apakah kita perlu memakai masker N95 untuk mencegah virus corona?


Sabtu, 04 April 2020 / 16:48 WIB
Apakah kita perlu memakai masker N95 untuk mencegah virus corona?
ILUSTRASI. Untuk mencegah terinfeksi virus corona, apakah kita perlu menggunakan masker N95?

Reporter: Wahyu Tri Rahmawati | Editor: Wahyu T.Rahmawati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Menggunakan masker menjadi salah satu upaya kita untuk melindungi diri dari penyebaran virus corona ketika bepergian ke luar rumah dan berinteraksi dengan orang lain. Untuk mencegah terinfeksi virus corona, apakah kita perlu menggunakan masker N95?

Masker N95 merupakan masker yang melindungi pengguna dari partikel cair dan airborne. Masker ini memiliki kapasitas filter untuk partikel yang lebih kecil daripada masker bedah.

Prof Wiku Adisasmito Ketua Tim Pakar Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 mengatakan bahwa masker ini digunakan untuk tenaga medis yang menangani pasien dengan risiko infeksi tinggi. Wiku menyarankan dokter gigi dan perawat yang menangani pasien risiko infeksi tinggi agar menggunakan masker ini. "Tenaga medis yang tidak menangani pasien risiko tinggi hanya perlu mengenakan masker bedah,"  kata Wiku dalam video conference, Sabtu (4/4).

Baca Juga: WHO: Semakin banyak orang muda yang sekarat karena virus corona (covid-19)

Wiku mengatakan bahwa masyarakat hanya perlu menggunakan masker kain yang terdiri dari tiga lapis. Jika masker ini sudah basah, maka perlu diganti. "Menggunakan masker kain ini tidak hanya untuk melindungi kita, tapi juga untuk melindungi orang lain,"  kata dia.

Sementara masker bedah perlu dipakai oleh tenaga kesehatan dan orang-orang yang sakit.

Apa beda masker N95 dan masker bedah? Selain bisa menyaring partikel yang lebih kecil daripada masker bedah, masker N95 pun didesain untuk menutup rapat wajah. Menurut Food and Drug Administration (FDA) yang merupakan badan pengawas obat dan makanan Amerika Serikat (AS), setidaknya 95% partikel sangat kecil tidak menembus masker ini meski tidak sepenuhnya menghilangkan risiko penyakit.

Baca Juga: Tak disangka, Trump meminta 3M hentikan ekspor masker N95

Klasifikasi penggunaan masker ini dianjurkan untuk mengatasi kelangkaan masker bedah dan masker N95 bagi tenaga kesehatan yang berhadapan langsung dengan pasien yang terinfeksi virus corona. "Masker sangat tidak efektif untuk masyarakat umum yang tidak mengenakannya dengan benar,"  kata Dr. Amesh A. Adalja, senior scholar Johns Hopkins Center for Health Security kepada Health.com.

Yang lebih penting daripada mengenakan masker adalah physical distancing serta menjaga kebersihan dengan rajin mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir paling tidak selama 20 detik. "Selain itu mulai menghentikan kebiasaan untuk menyentuh wajah, hidung, mulut, dan mata karena ini adalah rute-rute paling klasik untuk Covid-19," kata Juru Bicara Pemerintah Khusus Penanganan Virus Corona Achmad Yurianto, Sabtu (4/4).

DONASI, Dapat Voucer Gratis!
Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.


TERBARU

[X]
×