kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.476.000   8.000   0,54%
  • USD/IDR 15.855   57,00   0,36%
  • IDX 7.134   -26,98   -0,38%
  • KOMPAS100 1.094   -0,62   -0,06%
  • LQ45 868   -3,96   -0,45%
  • ISSI 217   0,66   0,31%
  • IDX30 444   -2,90   -0,65%
  • IDXHIDIV20 536   -4,36   -0,81%
  • IDX80 126   -0,06   -0,05%
  • IDXV30 134   -2,14   -1,58%
  • IDXQ30 148   -1,23   -0,83%

Apa Jurus Indonesia Bisa Keluar dari Jebakan Pertumbuhan Ekonomi 5%?


Senin, 18 November 2024 / 14:37 WIB
Apa Jurus Indonesia Bisa Keluar dari Jebakan Pertumbuhan Ekonomi 5%?
ILUSTRASI. Kawasan perkantoran di Jakarta, Jumat (27/9/2024). Pemerintah perlu fokus dan ekstra kerja keras agar bisa mengerek pertumbuhan ekonomi yang dalam 10 tahun terakhir terjebak di level 5%. KONTAN/Carolus Agus Waluyo/27/09/2024.


Reporter: Siti Masitoh | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Pemerintah perlu fokus dan ekstra kerja keras agar bisa mengerek pertumbuhan ekonomi yang dalam 10 tahun terakhir terjebak di level 5%.

Direktur Pengembangan Big Data Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Eko Listiyanto menyampaikan, agar keluar dari jebakan ekonomi 5%, pemerintahan Presiden Prabowo Subianto harus mengeluarkan kebijakan jangka pendek, tahunan dan jangka menengah.

Game changer untuk mengatasi stagnasi pertumbuhan ekonomi 5%, kita punya Presiden baru yang didalamnya punya asta cita. Ada banyak narasi yang cukup kuat untuk menggambarkan bagaimana kita mencoba untuk menjadi negara maju. Ini hal positif,” tutur Eko dalam agenda diskusi INDEF, Senin (18/11).

Baca Juga: Aprindo Minta Pemerintah Tunda Kenaikan PPN 12%, Ini Alasannya

Eko mengatakan, narasi yang cukup kuat tersebut harus diiringi dengan berbagai strategi kebijakan untuk memastikan pertumbuhan ekonomi bisa keluar dari jebakan 5%.

Dalam jangka pendek, 100 hari pemerintahan Prabowo harus mampu memperbaiki daya beli masyarakat. Targetnya pertumbuhan konsumsi rumah tangga harus diatas pertumbuhan ekonomi.

Kemudian, mencegah gelombang pemutusan hubugan kerja (PHK). Atau setidaknya pemerintah tidak membiarkan angka PHK semakin bertambah.

Paling mudah yang bisa dilakukan saat ini adalah tidak menaikkan kebijakan administered price, hingga pertumbuhan ekonomi membaik. Terakhir,  implementasi makan bergizi gratis bisa dilaksanakan secara efektif dan minim penyimpangan.

Selanjutnya, kebijakan dalam tahunan, diantaranya dengan memastikan dukungan likuiditas bagi pertumbuhan ekonomi, meningkatkan investasi dan menurunkan Incremental Capital Output Ratio (ICOR), serta meningkatkan kinerja sektor industri.

“Untuk tumbuh lebih dari 5%, likuiditas di perbankan harus cukup,  sehingga mau nggak mau harus mengundang Foreign Direct Investment (FDI). Era SBY pertumbuhan lebih bagus rata-rata 6%, ini didukung dengan pertumbuhan kredit di atas 20%,” kata Eko.

Baca Juga: Mengintip Potensi Pajak Underground Economy dan Tantangannya

Terakhir, kebijakan jangka menengah, pemerintah perlu memperbaiki kualitas sumber daya manusia (SDM), swasembada pangan dan energi, serta meningkatkan akses pelayanan dasar, rumah, air dan sanitasi.

Nah, dengan berbagai strategi tersebut, target pertumbuhan ekonomi 8% selama Presiden Prabowo menjabat, diharapkan bisa tercapai. 

Selanjutnya: Daftar Pekerjaan yang Akan Dibutuhkan di Masa Depan, Rekomendasi Pilihan Karir

Menarik Dibaca: TUKU dan Pyopp Fledge Kenalkan Sensasi Berjalan Tanpa Alas Kaki Lewat Sandal Barefoot

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News



TERBARU
Kontan Academy
HOW TO CHOOSE THE RIGHT INVESTMENT BANKER : A Sell-Side Perspective Advokasi Kebijakan Publik di Era Digital (Teori dan Praktek)

[X]
×