kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.774.000   -25.000   -0,89%
  • USD/IDR 17.847   -12,00   -0,07%
  • IDX 6.195   68,05   1,11%
  • KOMPAS100 824   16,97   2,10%
  • LQ45 619   8,11   1,33%
  • ISSI 215   -1,05   -0,49%
  • IDX30 350   2,03   0,58%
  • IDXHIDIV20 428   1,77   0,41%
  • IDX80 94   1,01   1,10%
  • IDXV30 118   -0,67   -0,56%
  • IDXQ30 112   0,74   0,66%

Prabowo Copot Dadan Hindayana dari Kepala BGN, Digantikan Nanik S Deyang


Selasa, 02 Juni 2026 / 21:05 WIB
Prabowo Copot Dadan Hindayana dari Kepala BGN, Digantikan Nanik S Deyang
ILUSTRASI. Nanik S. Deyang (KONTAN/Lailatul Anisah)


Reporter: Lailatul Anisah | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Presiden Prabowo Subianto melakukan perombakan pimpinan Badan Gizi Nasional (BGN) pada Selasa (2/6/2026).

Kepala BGN Dadan Hindayana resmi digantikan oleh Nanik S Deyang setelah melalui proses evaluasi dan monitoring terhadap pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengatakan keputusan tersebut diambil Presiden setelah melakukan pemantauan dan evaluasi terhadap kinerja BGN selama hampir satu setengah tahun terakhir.

“Berkenaan dengan kurang lebih hampir 1,5 tahun melakukan monitoring dan evaluasi, maka hari ini, Selasa 2 Juni 2026, Presiden mengambil keputusan untuk melakukan pergantian pimpinan BGN,” ujar Prasetyo Hadi di Istana Kepresidenan, Selasa (2/6/2026).

Baca Juga: Rombak Pimpinan BGN, Presiden Prabowo Copot Dadan Hindayana

Dalam keputusan tersebut, Dadan Hindayana diberhentikan dari jabatan Kepala BGN. Presiden juga mengganti dua wakil kepala BGN, yakni Lodewyk Pusung dan Sonny Sanjaya.

Sebagai gantinya, Presiden menunjuk Nanik S Deyang sebagai Kepala BGN yang baru. Sementara posisi wakil kepala diisi oleh Agustina Arumsari dan Mayor Jenderal TNI Trenggono.

Prasetyo menegaskan pergantian tersebut merupakan bagian dari upaya penguatan tata kelola lembaga yang memiliki peran strategis dalam mendukung agenda pemerintah di bidang peningkatan kualitas gizi masyarakat.

Menurut dia, tugas BGN menuntut tata kelola yang kuat, koordinasi lintas sektor yang efektif, serta kepemimpinan yang mampu memastikan seluruh program berjalan tepat sasaran, tepat waktu, dan akuntabel.

“Dalam menjalankan tugas kesehariannya, Presiden terus melakukan monitoring dan pada akhirnya melakukan evaluasi terhadap seluruh kerja kabinet termasuk kinerja BGN,” katanya.

Ia menambahkan, dalam proses evaluasi tersebut Presiden juga menerima berbagai masukan dari kementerian terkait, masyarakat, hingga para penerima manfaat program MBG.

Baca Juga: BGN: Perputaran Uang MBG Capai Rp 1 Triliun per Hari

Pemerintah menyampaikan apresiasi kepada Dadan Hindayana, Lodewyk Pusung, dan Sonny Sanjaya atas dedikasi mereka dalam membangun fondasi dan mengembangkan BGN sejak lembaga tersebut dibentuk.

Kepada jajaran pimpinan baru, Presiden meminta agar segera melakukan konsolidasi internal, memperkuat koordinasi dengan kementerian dan lembaga, serta meningkatkan sinergi dengan pemerintah daerah guna memastikan seluruh program BGN berjalan optimal.

“Kita semua berharap kepemimpinan baru dapat mempercepat pelaksanaan program-program prioritas, memperbaiki kinerja, meningkatkan tata kelola organisasi, serta menghadirkan manfaat yang nyata bagi masyarakat terutama dalam hal peningkatan gizi, kesehatan, dan kualitas sumber daya manusia Indonesia,” ujar Prasetyo.

Meski terjadi pergantian pimpinan, pemerintah memastikan pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis tetap berjalan normal. Prasetyo menegaskan pelayanan kepada masyarakat tidak boleh terganggu selama masa transisi kepemimpinan.

“Pergantian ini tidak akan mengganggu komitmen kita dalam menjalankan program MBG,” tegasnya.

Baca Juga: BGN Buka Suara Soal Anggaran IT yang Mencapai Rp 1,2 Triliun

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Apa dampak bagi saya, jika saya...



TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×