kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.565.000   8.000   0,31%
  • USD/IDR 18.109   16,00   0,09%
  • IDX 5.050   20,17   0,40%
  • KOMPAS100 649   1,43   0,22%
  • LQ45 518   4,63   0,90%
  • ISSI 164   -2,40   -1,44%
  • IDX30 292   2,74   0,95%
  • IDXHIDIV20 394   5,37   1,38%
  • IDX80 75   0,27   0,36%
  • IDXV30 108   0,37   0,34%
  • IDXQ30 99   1,18   1,21%

Ancaman Impor Etanol Hilang, Food Estate Merauke Siapkan 3 Juta Ton


Selasa, 13 Januari 2026 / 13:07 WIB
Ancaman Impor Etanol Hilang, Food Estate Merauke Siapkan 3 Juta Ton
ILUSTRASI. Menko Perekonomian Airlangga Hartarto (Dok/BPMI Setpres)


Reporter: Dendi Siswanto | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemerintah menyiapkan Kabupaten Merauke, Papua Selatan, sebagai lumbung pangan sekaligus energi nasional melalui pengembangan kawasan food estate berbasis pertanian modern.

Program ini diarahkan tidak hanya untuk memperkuat ketahanan pangan, tetapi juga mendukung penyediaan bahan baku energi terbarukan seperti etanol.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, Merauke memiliki keunggulan komparatif dari sisi kualitas lahan dan potensi hasil produksi.

Baca Juga: Resmi Umumkan Swasembada Beras, Prabowo: Target 4 Tahun Bisa dilakukan 1 Tahun

Bahkan, berdasarkan kajian para ahli dari Australia, kualitas tanah di Merauke dinilai lebih baik dibandingkan lahan pertanian di Australia.

"Sehingga para ahli dari Australia juga percaya bahwa Merauke bisa dikembangkan menjadi lumbung pertanian," ujar Airlangga di Menara Kadin, Selasa (13/1/2026).

Salah satu komoditas utama yang dikembangkan di Merauke adalah tebu, yang dinilai sebagai tanaman endemik Papua dengan potensi hasil (yield) tinggi.

Baca Juga: Mayoritas Harga Pangan Turun di Awal Tahun 2026, Begini Rinciannya

Dengan metode budidaya yang sama, produksi tebu di Merauke disebut mampu melampaui hasil di Australia.

Pengembangan tebu tersebut tidak hanya diarahkan untuk kebutuhan pangan, tetapi juga untuk mendukung program bioenergi, khususnya etanol sebagai campuran bahan bakar minyak.

Pemerintah saat ini tengah mendorong penggunaan bensin campuran etanol E5 hingga E10, yang diperkirakan membutuhkan pasokan etanol sekitar 2–3 juta ton.

"Dan ini akan balik kalau kita bisa produksi melalui food estate," katanya.

Baca Juga: Arahan Prabowo, Luhut Pimpin Rapat Percepatan Riset untuk Ketahanan Pangan Nasional

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU
11.11
Kontan Academy
[Executive Education Program] Sustainable Development and ESG Leadership Mitigasi Risiko SP2DK dan Pemeriksaan Pajak

[X]
×