kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.577.000   7.000   0,27%
  • USD/IDR 16.846   28,00   0,17%
  • IDX 8.937   11,28   0,13%
  • KOMPAS100 1.229   2,00   0,16%
  • LQ45 868   0,40   0,05%
  • ISSI 324   0,94   0,29%
  • IDX30 440   -0,98   -0,22%
  • IDXHIDIV20 517   -1,78   -0,34%
  • IDX80 137   0,24   0,18%
  • IDXV30 144   -0,01   0,00%
  • IDXQ30 140   -0,81   -0,58%

Airlangga Hartarto Prediksi Puncak Omicron Terjadi 2-3 Minggu ke Depan


Senin, 21 Februari 2022 / 16:35 WIB
Airlangga Hartarto Prediksi Puncak Omicron Terjadi 2-3 Minggu ke Depan
ILUSTRASI. Menko Perekonomian Airlangga Hartarto saat memberikan sambutan dalam acara Kick-Off Meeting Labour20 di Jakarta, Senin (31/01)


Sumber: Kompas.com | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID -  JAKARTA. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto memprediksi, kasus Covid-19 varian Omicron akan mencapai puncaknya pada 2-3 minggu ke depan.

Mantan Menteri Perindustrian ini mengungkap, kasus Omicron sudah mengalami peningkatan dalam beberapa minggu terakhir. Tercatat, kasus di luar Jawa-Bali melonjak mencapai 23% dari kasus aktif nasional atau sekitar 124.714 dari 536.358 kasus.

"Pemerintah terus memantau dan menyiapkan langkah karena ini puncaknya dalam 2-3 minggu ke depan yang perlu diantisipasi," kata Airlangga dalam konferensi pers perpanjangan PPKM, Senin (21/2/2022).

Baca Juga: Solo Raya, Semarang Raya, Surabaya Raya, Malang Raya Kini PPKM Level 3

Kendati demikian, kenaikan kasus ini tidak membuat tingkat keterisian tempat tidur (BOR) rumah sakit membludak. Hal ini lantaran gejala Omicron lebih ringan dibanding varian Delta.

Tingkat BOR di Sumatera Utara mencapai 31% dengan konversi 19%, di Sulawesi Selatan sebesar 30%  dengan konversi 16%, dan di Kalimantan Timur sebesar 29% dengan konversi 23%.

Padahal tiga wilayah itu terjadi peningkatan Omicron dengan kasus mencapai 10.000 kasus.

Baca Juga: Kasus Covid-19 20 Februari 2022 Turun Lagi, Gejala Omicron Harus Tetap Diwaspadai

"Meski kasus meningkat secara keseluruhan, keterisian RS masih terkendali. Secara nasional (BOR) 38 persen. Namun di luar Jawa Bali kurang dari 30%. BOR di Sumsel, Sulut, Sulteng, Bengkulu, Lampung, Kalsel, dan Sumut antara 35%-31%, yang tinggi di Sulsel 46%," jelas Airlangga.

Adapun BOR di tempat isolasi terpusat hanya 5,89% dari 29.723 tempat tidur. Jumlah tempat tidur pun masih bisa ditingkatkan mencapai jumlah 48.399.

Baca Juga: Kasus Covid-19 di Indonesia Mulai Melandai tapi Kematian Menanjak

"Dari jumlah isoter yang tersedia, ini jumlahnya bisa ditingkatkan pada saat sekarang tersedia 29.723 tempat tidur, dan ditingkatkan ke 48.399. Dari 29.000 yang tersedia, baru terisi sebesar 5,89%," tandas Airlangga.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Menko Airlangga: Puncak Omicron Terjadi 2-3 Minggu ke Depan, Harus Diantisipasi".
Penulis : Fika Nurul Ulya
Editor : Akhdi Martin Pratama

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Mastering Management and Strategic Leadership (MiniMBA 2026) Global Finance 2026

[X]
×