kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45895,84   4,26   0.48%
  • EMAS1.357.000 -0,07%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Agar Bisa Tepat Waktu, Pos Indonesia Kebut Penyaluran Bansos dan PKH


Senin, 16 Oktober 2023 / 21:32 WIB
Agar Bisa Tepat Waktu, Pos Indonesia Kebut Penyaluran Bansos dan PKH
ILUSTRASI. Petugas PT Pos Indonesia mendokumentasikan bukti penyaluran bantuan sosial (bansos) secara tunai. KONTAN/Fransiskus Simbolon


Reporter: Ahmad Febrian | Editor: Ahmad Febrian

KONTAN.CO.ID - JAKARTA.  PT Pos Indonesia (Persero) kembali menyalurkan bantuan sosial (bansos) sembako dan Program Keluarga Harapan (PKH) dari Kementerian Sosial. Penyaluran dilakukan di seluruh wilayah Indonesia, termasuk Nanggroe Aceh Darussalam.

Executive General Manager Kantor Pos KCU Banda Aceh, Nur Zamaludin menjelaskan, pihaknya berkoordinasi dengan stakeholder terkait, untuk memastikan bansos tersalurkan tepat waktu dan tepat jumlah. Di wilayah Banda Aceh, kantor pos juga menyalurkan bansos pangan berupa beras yang disalurkan kepada warga penerima sesuai data yang didapat dari Kementerian Sosial.

"Dalam mempersiapkan komoditasnya, kami berkoordinasi dengan Perum Bulog Banda Aceh. Kami meninjau langsung, memastikan beras ini super bagus,” kata Nur Zamaludin, dalam keterangan tertulis, Senin (16/10). Koordinasi ini sangat menentukan kelancaran di titik penyaluran bantuan. Begitu juga bantuan tunai.

Baca Juga: Pos Indonesia Salurkan Bansos dan PKH Lewat Kantor Pos Hingga Door to Door

Pada penyaluran bansos kali ini, KCU Banda Aceh mendapat kuota penyaluran bansos PKH sebanyak 21.000 Keluarga Penerima Manfaat (KPM), dan bantuan pangan untuk 41.000 KPM.  “Total ada 521.000 KPM dari penggabungan KPM bansos sembako dan PKH serta KPM Bantuan pangan beras ,” kata Nur.

Meski telah mempersiapkan perencanaan dan strategi penyaluran dengan matang, Nur mengakui tantangan pasti ada. Petugas juru bayar kerap harus berjibaku berpacu melawan waktu untuk menyalurkan bansos ke wilayah kepulauan. “Tantangan kami adalah bagaimana kami bisa memberikan bantuan ini tepat waktu, tepat jumlah, dan tepat tempat," lanjut Nur.
   

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×