kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.553   53,00   0,30%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

2015, jumlah orang miskin ditargetkan turun 10%


Rabu, 30 April 2014 / 14:20 WIB
ILUSTRASI. OJK menargetkan penghimpunan dana di pasar modal sebesar Rp 152,7 triliun pada tahun 2023. /pho KONTAN/Carolus Agus Waluyo/


Sumber: TribunNews.com | Editor: Hendra Gunawan

JAKARTA. Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Nasional (Bappenas) Armida Alisjahbana menargetkan angka masyarakat miskin turun hingga 10%.

Hal ini sejalan dengan target pertumbuhan ekonomi sebesar 6,3% tahun depan. "Akhir 2015 diharapkan pertumbuhan ekonomi sebesar 6,3% dan kemiskinan turun jadi 10%," ujar Armida, di Musrenbangnas, Rabu (30/4).

Armida mengungkapkan selain penurunan angka masyarakat miskin, tingkat pengangguran juga ditargetkan menurun sampai 5,9%. "Angka masyarakat pengangguran turun 5,7 sampai 5,9%," ungkap Armida.

Armida menjelaskan target itu bisa tercapai, selama pemerintah fokus dalam bekerja. Selain itu pertumbuhan ekonomi juga harus merata di seluruh daerah. "Percepatan ekonomi yang menyeluruh akan meningkatkan daya saing," jelas Armida. (Adiatmaputra Fajar Pratama)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×