kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.940.000   20.000   0,68%
  • USD/IDR 16.808   -72,00   -0,43%
  • IDX 8.032   96,61   1,22%
  • KOMPAS100 1.132   15,02   1,34%
  • LQ45 821   5,36   0,66%
  • ISSI 284   5,77   2,08%
  • IDX30 427   0,41   0,10%
  • IDXHIDIV20 513   -1,95   -0,38%
  • IDX80 127   1,53   1,22%
  • IDXV30 139   0,46   0,33%
  • IDXQ30 139   -0,29   -0,21%

ADB:700 juta orang di Asia Pasifik hidup kelaparan


Kamis, 24 April 2014 / 11:03 WIB
ADB:700 juta orang di Asia Pasifik hidup kelaparan
ILUSTRASI. 7 Skin Default Minecraft Terbaru Sudah Bisa Dipakai, Tersedia di versi 1.19.50


Sumber: Kompas.com | Editor: Dikky Setiawan

JAKARTA. Bank Pembangunan Asia (ADB) menyatakan, kelaparan masih menjadi tantangan besar di kawasan Asia Pasifik. Lebih dari 700 juta orang hidup dalam kondisi kelaparan dengan penghasilan 1,25 dollar AS per hari.

ADB melaporkan pada dasarnya Asia Pasifik dapat memangkas tingkat kelaparan pada tahun 2025. Namun, target tersebut tak mudah dicapai. Ambang batas kelaparan mencapai 1,25 dollar AS tersebut dinilai terlalu rendah untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.

Lebih dari 1,6 miliar orang hidup dengan penghasilan kurang dari 2 dollar AS per hari dan sangat rentan terhadap risiko kehilangan mata pencaharian, masalah kesehatan, resesi yang berkepanjangan, inflasi, gagal panen, dan bahaya lingkungan. Ketidaksetaraan antar negara di kawasan juga semakin meningkat.

Pada saat bersamaan, mayoritas dari 45 negara berkembang anggota ADB telah masuk kategori negara berpendapatan menengah. Semua kecuali dua dari mereka diperkirakan akan mencapai status berpenghasilan menengah pada tahun 2020.

"Tantangan bagi ADB adalah untuk membantu negara-negara berkembang anggota ADB memberantas kemiskinan yang masih ada, mendukung inklusivitas yang lebih besar untuk mengatasi kesenjangan, dan menjadi lebih relevan dan efektif di negara-negara berpenghasilan menengah," kata Presiden ADB Takehiko Nakao dalam pernyataan resmi, Kamis (24/4/2014).

ADB, kata Nakao, akan tetap fokus pada pengembangan infrastruktur. Ini karena infrastruktur memainkan peran penting dalam mengurangi angka kelaparan dan mendorong pertumbuhan inklusif.

ADB juga akan menggandakan investasi pada sektor kesehatan dan pendidikan. Investasi di kedua sektor itu diyakini memungkinkan akses dan kesempatan yang lebih baik untuk semua. (Sakina Rakhma Diah Setiawan)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×