kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.774.000   0   0,00%
  • USD/IDR 18.000   153,00   0,86%
  • IDX 5.941   -254,36   -4,11%
  • KOMPAS100 785   -38,94   -4,72%
  • LQ45 589   -30,28   -4,89%
  • ISSI 206   -8,52   -3,97%
  • IDX30 334   -15,73   -4,50%
  • IDXHIDIV20 412   -15,89   -3,71%
  • IDX80 89   -4,83   -5,16%
  • IDXV30 113   -4,09   -3,48%
  • IDXQ30 108   -4,46   -3,97%

1 Mei, pelat merah dilarang pakai BBM subsidi


Selasa, 17 April 2012 / 22:00 WIB
ILUSTRASI. Logo Bank Jago di Jakarta.


Reporter: Herlina KD | Editor: Dupla Kartini

JAKARTA. Rencana pemerintah untuk menerapkan pembatasan penggunaan BBM bersubsidi semakin mengerucut. Per 1 Mei nanti, pemerintah akan melarang mobil dinas pelat merah mengkonsumsi BBM bersubsidi.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jero Wacik mengungkapkan, pembatasan konsumsi BBM untuk mobil pelat merah ini merupakan tahap pertama. "Pasalnya, pembatasan yang paling mudah dilakukan memang untuk mobil milik pemerintah," jelasnya seusai rapat koordinasi di kantor Menko Perekonomian, Selasa (17/4).

Sementara itu, Menteri Koordinator bidang Perekonomian Hatta Rajasa menambahkan, pembatasan penggunaan BBM bersubsidi untuk pemerintah lebih praktis karena persiapannya tidak terlalu sulit. Ibaratnya, "Kalau ditetapkan hari ini, pelaksanaannya bisa langsung besok," katanya.

Jero bilang, pembatasan BBM bersubsidi untuk mobil berpelat merah pada tahap awal akan dilakukan di Jawa - Bali. Setidaknya, 10.000 unit mobil pemerintah yang akan menjadi proyek percontohan. Sedangkan, pembatasan untuk mobil pribadi milik masyarakat, butuh persiapan yang lebih matang. Makanya, pemerintah membutuhkan waktu 60 hari untuk sosialisasi.

Artinya, jika per 1 Mei pembatasan dimulai maka pemberlakuan pembatasan untuk mobil pribadi milik masyarakat baru dilakukan per 1 Juli 2012.

Jero menjelaskan, dengan pembatasan yang dilakukan per 1 Mei ini, pemerintah bisa menghemat konsumsi BBM bersubsidi. Setidaknya, konsumsi BBM bersubsidi hanya 40 juta kilo liter seperti kuota yang ditetapkan. "Kalau tidak dibatasi dan tidak diatur, diperkirakan kuotanya bisa mencapai 47 juta kilo liter," sebutnya.

Sayangnya, pemerintah masih belum mau membeberkan berapa anggaran yang bisa dihemat dari program pembatasan BBM ini. "Nilai rupiahnya masih dihitung," imbuh Jero.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×