NASIONAL
Berita
Ini pengakuan sekretaris Akil Mochtar

DUGAAN KORUPSI KETUA MK

Ini pengakuan sekretaris Akil Mochtar


Telah dibaca sebanyak 3555 kali
Ini pengakuan sekretaris Akil Mochtar

JAKARTA. Yuanna Sisilia, sekretaris ketua Mahkamah Konstitusi (MK) mengaku pernah dimintai Akil Mochtar melakukan transfer uang hingga mencapai Rp 500 juta. Hal itu diungkapkannya saat bersaksi dalam sidang Majelis Kehormatan Konstitusi (MKK) di Gedung MK, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Senin malam (7/10).

"Saya diberi uang tunai, lalu diminta transfer ke rekening Bapak, Rp 500 juta pernah, lebih Rp 100 juta juga pernah, lebih Rp 10 juta juga pernah," ungkap Yuanna.  Perlu diketahui, Yuanna bertugas mencatat jadwal Akil, baik di persidangan maupun di luar persidangan.

Selain itu, ia juga kerap diminta membantu mengurus surat-menyurat dan melakukan transaksi perbankan. Perlu diketahui, informasi dari Yuanna tersebut disampaikan ke Majelis Kehormatan Konstitusi yang salah satu anggotanya adalah Mahfud MD, yang merupakan mantan Ketua MK.

Saat sidang, Mahfud menanyakan jumlah transaksi paling besar yang pernah dilakukan Yuanna. Selain Yuanna, Majelis Kehormatan Konstitusi mengagendakan untuk memeriksa sembilan orang saksi terkait dugaan tindak pidana korupsi ketua Mahkamah Konstitusi (MK) non aktif Akil Mochtar.

Kesembilan nama yang akan diperiksa itu adalah; Teguh Wahyudi (Kabag Protocol), Ardiansyah Salin (Kasubbag Protokol), Yuanna Sisilia (Sekretaris Ketua), Sarmili (Staf Protocol), Kasno (Ajudan Ketua), Sugianto (Ajudan Ketua), Sutarman (Office Boy), Daryono (Sopir Ketua), dan Imron (Office Boy).

Sidang Majelis Kehormatan semula dijadwalkan pukul 19.00 WIB, namun akhirnya molor sampai pukul 20.00 WIB. Yuanna Sisilia menjadi saksi pertama yang diperiksa oleh Majelis Kehormatan Konstitusi.

Perlu diketahui, MK sebelumnya membentuk Majelis Kehormatan Konstitusi untuk menyelidiki pelanggaran kode etik yang dilakukan Akil Mochtar. Majelis ini terdiri dari lima anggota, yakni; Harjono dari unsur hakim konstitusi, Abbas Said dari unsur pimpinan Komisi Yudisial, Bagir Manan dari unsur bekas pimpinan Mahkamah Agung (MA), Mahfud MD dari unsur bekas hakim MK, dan Hikmahanto Juwana dari unsur Guru Besar Senior Ilmu Hukum Universitas Indonesia.

Editor: Asnil Bambani Amri
Telah dibaca sebanyak 3555 kali



Syarat & Ketentuan Komentar :
  1. Tidak memuat isi bohong, fitnah, sadis dan cabul.
  2. Tidak memuat isi yang mengandung prasangka dan kebencian terkait dengan suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA), serta menganjurkan tindakan kekerasan.
  3. Tidak memuat isi diskriminatif atas dasar perbedaan jenis kelamin dan bahasa, serta tidak merendahkan martabat orang lemah, miskin, sakit, cacat jiwa, atau cacat jasmani.
  4. KONTAN memiliki kewenangan mutlak untuk mengedit atau menghapus komentar yang bertentangan dengan ketentuan ini.

LIPSUS

LIPSUS Update

  • DJP minta caleg dan capres transparan data pajak

    +

    Pemilihan anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dan presiden baru sebentar lagi mewarnai tahun 2014

    Baca lebih detail..

  • Akbar Tandjung siap jadi cawapres Jokowi

    +

    Ketua Dewan Pertimbangan Partai Golkar Akbar Tandjung menyatakan siap maju sebagai bakal calon wakil presiden, termasuk berpasangan dengan Joko Widodo

    Baca lebih detail..