Close | x
kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |
  • USD/IDR14.455
  • EMAS663.000 -0,30%
  • RD.SAHAM 0.04%
  • RD.CAMPURAN 0.21%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.04%

World Bank prediksi, remitansi TKI susut 3,5%

Selasa, 10 Oktober 2017 / 11:22 WIB

World Bank prediksi, remitansi TKI susut 3,5%

Berita Terkait

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Surplus remitansi Indonesia diproyeksikan semakin susut. Ini lantaran penurunan aliran dana masuk dari tenaga kerja Indonesia (TKI), sedangkan dana yang dikirim ke luar negeri oleh pekerja asing di Indonesia semakin besar. Penurunan surplus remitansi bakal memperlebar defisit neraca transaksi berjalan atau current account deficit (CAD).

Hal itu terjadi karena menurut laporan Bank Dunia atau World Bank migrasi pekerja di kawasan ASEAN meningkat tajam dalam periode 1995 hingga 2015. Indonesia merupakan negara kedua terbesar yang mengirim tenaga kerja ke kawasan ASEAN, dengan kontribusi 18%.


Negara pengirim tenaga kerja terbanyak adalah Myanmar sebesar 33%. Malaysia ada di posisi ketiga atau sebesar 17%.

Ekonom Bank Dunia untuk Perlindungan Sosial dan Praktik Kerja Global, Mauro Testaverde mengatakan, mobilitas tenaga kerja tersebut berdampak signifikan bagi perekonomian di kawasan ASEAN. Untuk negara pengirim seperti Indonesia, hal ini membuka kesempatan bagi individu berpenghasilan rendah untuk meningkatkan pendapatan.

"Dengan pilihan kebijakan yang tepat, negara-negara pengirim dapat memperoleh keuntungan ekonomi," ujar Testaverde melalui conference call di Kantor Bank Dunia, Jakarta, Senin (9/10).

Bentuk keuntungan ekonomi secara nyata adalah transfer dana dari pekerja alias remitansi. Hanya saja, remitansi TKI dalam tren menurun sejak tahun lalu (lihat tabel di Harian KONTAN hal 2, Selasa 10 Oktober 2017). Ini merupakan imbas moratorium TKI ke Timur Tengah sejak tahun lalu.

World Bank memprediksi, aliran remitansi TKI tahun ini kembali turun 3,5% dari tahun lalu. Dengan outflow remittance di Indonesia dalam tren meningkat, maka surplus neraca pendapatan sekunder di Neraca Pembayaran Indonesia bakal kembali berkurang.

Bank Indonesia mencatat surplus neraca pendapatan sekunder pada semester I-2017 hanya sebesar US$ 2,11 miliar, turun 12,1% dari periode sama tahun 2016.

Sebelumnya, Kepala Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan TKI (BNP2TKI) Nusron Wahid mengaku sedang siapkan format baru agar pengiriman TKI ke Timur Tengah dibuka lagi. Namun Nahdlatul Ulama (NU) menolak rencana itu, sebab, belum ada jaminan keselamatan bagi TKI di Timur Tengah.


Reporter: Ghina Ghaliya Quddus, Ramadhani Prihatini
Editor: Dessy Rosalina
Video Pilihan

TERBARU
Hasil Pemilu 2019
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2019 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Profile | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy

diagnostic_api_kiri = 0.0011 || diagnostic_api_kanan = 0.0620 || diagnostic_web = 0.6121

Close [X]
×