kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.690.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.910   -29,00   -0,16%
  • IDX 6.410   65,94   1,04%
  • KOMPAS100 845   12,09   1,45%
  • LQ45 640   9,44   1,50%
  • ISSI 222   2,82   1,29%
  • IDX30 359   5,14   1,45%
  • IDXHIDIV20 438   4,81   1,11%
  • IDX80 96   1,44   1,52%
  • IDXV30 120   0,97   0,81%
  • IDXQ30 114   1,39   1,23%

Istana Ungkap Rencana Penggabungan Grab-GoTo Gojek (GOTO), Bakal Libatkan Danantara


Minggu, 09 November 2025 / 12:03 WIB
Istana Ungkap Rencana Penggabungan Grab-GoTo Gojek (GOTO), Bakal Libatkan Danantara
ILUSTRASI. Rencana merger atau penggabungan antara Grab dan GoTo Gojek Tokopedia (GOTO) makin jelas dan akan libatkan Danantara


Reporter: Lailatul Anisah | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Menteri Sekretariat Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi mengkonfirmasi rencana merger atau penggabungan dua perusahaan aplikasi ojek online yakni Grab dan PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO

Prasetyo mengatakan, rencana bisnis ini akan melibatkan Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantar (BPI Danantara). 

"Kira-kira begitu akan melibatkan Danantara," kata Prasetyo dalam keterangan persnya di Istana Kepresidenan, Jumat (7/11/2025). 

Baca Juga: Usulan Gelar Pahlawan Suharto Tuai Banyak Penolakan, Istana: Sudah Sesuai Prosedur

Sayangnya, Prasetyo engga menjelaskan bagaimana peran Danantara nantinya untuk bisnis dua perusahaan aplikator ini. 

Yang terang, kata Prasetyo, keputusan ini bagian dari hasil diskusi bersama antara perusahaan Grab dan Goto saat bertemu dengan Presiden Prabowo Subianto beberapa waktu lalu. 

Prasetyo juga menerangkan, alasan pemerintah turun tangan lantaran perusahaan ini dianggap menjadi salah satu penyedia lapangan kerja di tanah air. 

"Sekarang kita tersadar bahwa ojol adalah pahlawan ekonomi, menggerakkan ekonomi, jadi tujuan utamanya arahnya ke situ," pungkasnya. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU

[X]
×