kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.675.000   10.000   0,38%
  • USD/IDR 16.910   28,00   0,17%
  • IDX 9.069   36,86   0,41%
  • KOMPAS100 1.256   8,34   0,67%
  • LQ45 890   7,91   0,90%
  • ISSI 330   0,08   0,02%
  • IDX30 453   4,38   0,98%
  • IDXHIDIV20 534   5,05   0,95%
  • IDX80 140   0,91   0,65%
  • IDXV30 147   0,34   0,23%
  • IDXQ30 145   1,40   0,97%

Utang Luar Negeri Pemerintah Naik 4,7% jadi US$ 210,5 Miliar pada Oktober 2025


Senin, 15 Desember 2025 / 13:00 WIB
Utang Luar Negeri Pemerintah Naik 4,7% jadi US$ 210,5 Miliar pada Oktober 2025
ILUSTRASI. Posisi utang luar negeri (ULN) pemerintah pada Oktober 2025 tercatat sebesar US$ 210,5 milia, atau secara tahunan tumbuh 4,7% YoY


Reporter: Siti Masitoh | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Bank Indonesia (BI) melaporkan, posisi ULN pemerintah pada Oktober 2025 tercatat sebesar US$ 210,5 milia, atau secara tahunan tumbuh 4,7% year on year (yoy).

Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Ramdan Denny Prakoso mengungkapkan, perkembangan ULN tersebut dipengaruhi oleh aliran masuk modal asing pada Surat Berharga Negara (SBN) internasional.

“Seiring tetap baiknya kepercayaan investor terhadap prospek perekonomian Indonesia yang positif di tengah meningkatnya ketidakpastian pasar keuangan global,” tutur Denny dalam keterangannya, Senin (15/12/2025).

Baca Juga: Ratas di Hambalang, Prabowo Minta Huntara Korban Banjir Sumatra Segera Dibangun

Adapun  Denny menyebut, sebagai salah satu instrumen pembiayaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), ULN dikelola secara cermat, terukur, dan akuntabel, serta pemanfaatannya terus diarahkan untuk mendukung pembiayaan program-program prioritas yang mendorong keberlanjutan dan penguatan perekonomian nasional.

Berdasarkan sektor ekonomi, ULN pemerintah dimanfaatkan antara lain untuk mendukung Sektor Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial sebanyak 22,2% dari total ULN Pemerintah, Administrasi Pemerintah, Pertahanan, dan Jaminan Sosial Wajib sebesar 19,6%).

Selanjutnya, dimanfaatkan untuk Jasa Pendidikan 16,4%, Konstruksi 11,7%, serta Transportasi dan Pergudangan 8,6%.

“Posisi ULN pemerintah tersebut didominasi utang jangka panjang dengan pangsa mencapai 99,99% dari total ULN pemerintah,” ungkapnya.

Selanjutnya: Bursa Saham Korsel dan Taiwan Turun Senin (15/12), Investasi AI Picu Kekhawatiran

Menarik Dibaca: HP Samsung A16 Pakai Lensa Zoom hingga 10x, Harganya Mulai Rp 3 Jutaan

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Foreign Exchange & Hedging Strategies Investing From Zero

[X]
×