kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.774.000   0   0,00%
  • USD/IDR 18.000   153,00   0,86%
  • IDX 5.941   -254,36   -4,11%
  • KOMPAS100 785   -38,94   -4,72%
  • LQ45 589   -30,28   -4,89%
  • ISSI 206   -8,52   -3,97%
  • IDX30 334   -15,73   -4,50%
  • IDXHIDIV20 412   -15,89   -3,71%
  • IDX80 89   -4,83   -5,16%
  • IDXV30 113   -4,09   -3,48%
  • IDXQ30 108   -4,46   -3,97%

BPS Catat Tiga Negara Ini Jadi Penopang Utama Surplus Neraca Dagang RI


Selasa, 02 Juni 2026 / 22:46 WIB
BPS Catat Tiga Negara Ini Jadi Penopang Utama Surplus Neraca Dagang RI
ILUSTRASI. AS Putuskan Tarif Impor Asal RI Tetap 32% (KONTAN/Cheppy A. Muchlis)


Reporter: Nurtiandriyani Simamora | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID -  JAKARTA. Surplus neraca perdagangan Indonesia sepanjang Januari-April 2026 masih bertahan berkat kuatnya kinerja perdagangan dengan tiga mitra utama, yakni Amerika Serikat, India, dan Filipina.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat surplus perdagangan barang Indonesia mencapai US$ 5,64 miliar pada empat bulan pertama tahun ini. Capaian tersebut sekaligus memperpanjang tren surplus perdagangan Indonesia menjadi 72 bulan berturut-turut sejak Mei 2020.

Deputi Bidang Metodologi dan Informasi Statistik BPS, Pudji Ismartini, mengatakan Amerika Serikat (AS) menjadi penyumbang surplus terbesar bagi Indonesia, disusul India dan Filipina.

Baca Juga: Surplus Dagang RI Capai US$ 5,64 Miliar, AS Masih Jadi Kontributor Utama

"Untuk neraca perdagangan total baik migas dan nonmigas, tiga negara penyumbang surplus terbesar adalah Amerika Serikat sebesar US$ 5,76 miliar, kemudian India sebesar US$ 4,41 miliar, dan Filipina sebesar US$ 2,93 miliar," ujar Pudji dalam konferensi pers, Selasa (2/6/2026).

Pada perdagangan nonmigas, posisi ketiga negara tersebut juga tidak berubah. Surplus dengan AS mencapai US$ 6,81 miliar, India US$ 4,44 miliar, dan Filipina US$ 2,77 miliar.

Surplus perdagangan dengan AS terutama ditopang ekspor mesin dan perlengkapan elektrik, alas kaki, serta pakaian rajut. 

Sementara surplus dengan India didorong ekspor bahan bakar mineral, minyak dan lemak hewani maupun nabati, serta mesin dan perlengkapan elektrik.

Adapun surplus dengan Filipina berasal dari ekspor kendaraan dan komponennya, bahan bakar mineral, serta minyak dan lemak hewani maupun nabati.

Baca Juga: Ekonom Kompak Prediksi Surplus Dagang RI Susut Tajam pada April 2026

Selain ditopang oleh negara tujuan ekspor utama, surplus perdagangan Indonesia juga didukung sejumlah komoditas andalan. 

Komoditas lemak dan minyak hewani atau nabati menjadi penyumbang surplus terbesar dengan nilai US$ 11,71 miliar, diikuti bahan bakar mineral sebesar US$ 8,34 miliar dan besi baja senilai US$ 5,71 miliar.

Secara keseluruhan, nilai ekspor Indonesia pada Januari-April 2026 mencapai US$ 92,15 miliar atau naik 5,48% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. 

Namun, impor tumbuh lebih tinggi sebesar 13,40% menjadi US$ 86,51 miliar. Meski surplus masih terjaga, nilainya menyusut tajam dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang mencapai US$ 11,07 miliar.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×