kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.574.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.913   -79,00   -0,44%
  • IDX 6.037   27,39   0,46%
  • KOMPAS100 777   3,53   0,46%
  • LQ45 595   3,08   0,52%
  • ISSI 210   1,46   0,70%
  • IDX30 331   2,54   0,77%
  • IDXHIDIV20 423   3,72   0,89%
  • IDX80 89   0,46   0,52%
  • IDXV30 115   0,93   0,82%
  • IDXQ30 108   0,61   0,57%

Usulan Demokrat untuk minimalisasi politik uang


Rabu, 24 September 2014 / 19:18 WIB
ILUSTRASI. Pekerja PT Latinusa (Pelat Timah Nusantara)mengawasi mesin looper tower' dalam rangkaian produksi tinplate atau lembar timah di kawasan Industri Cilegon Banten (1/9) Pho KONTAN/Achmad Fauzie/1/9/2009


Sumber: Kompas.com | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

JAKARTA. DPP Partai Demokrat telah menyatakan sikap mempertahankan pelaksanaan pilkada langsung yang telah berjalan selama 10 tahun terakhir ini. Meski begitu, Demokrat mengusulkan agar tahapan pelaksanaan pilkada dapat dikurangi sehingga meminimalisasi terjadinya praktik politik uang.

Wakil Sekjen DPP Partai Demokrat Andi Nurpati menjelaskan, langkah awal yang dapat dilakukan ialah dengan menyusun rencana pelaksanaan pilkada serentak. Setelah itu, waktu pelaksanaan tahapan pilkada pun harus dipangkas hingga 50 persen. Alhasil, hanya calon yang sejak awal sudah siaplah yang bisa mendaftarkan diri menjadi calon kepala daerah.

"Tahapan pilkada delapan bulan, coba pangkas jadi empat bulan. Kampanye dua minggu saja. Pendaftaran nggak usah panjang, maksimal 10 hari dengan perbaikan. Calon harus siap untuk daftar," kata Andi saat diskusi di Habibie Center, Jakarta, Rabu (24/9/2014).

Andi mengakui bahwa pelaksanaan pilkada langsung memang membutuhkan biaya yang tak sedikit. Hanya, persoalan biaya itu sebetulnya dapat diatasi apabila pilkada dilaksanakan serentak.

Selama ini, lanjut dia, calon kepala daerah perlu mengeluarkan anggaran besar lantaran kebutuhan logistik yang besar. Kebutuhan itu pun ada berbagai macam, seperti kaus, suvenir, serta kampanye.

"Kalau volume waktu dipangkas 50 persen, saya kira bisa lebih murah dana yang dilakukan. Lalu bila dilakukan serentak, lebih irit lagi. Bisa dilakukan revisi dalam RUU yang kita bahas," tandasnya. (Dani Prabowo)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×