kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.940.000   20.000   0,68%
  • USD/IDR 16.808   -72,00   -0,43%
  • IDX 8.032   96,61   1,22%
  • KOMPAS100 1.132   15,02   1,34%
  • LQ45 821   5,36   0,66%
  • ISSI 284   5,77   2,08%
  • IDX30 427   0,41   0,10%
  • IDXHIDIV20 513   -1,95   -0,38%
  • IDX80 127   1,53   1,22%
  • IDXV30 139   0,46   0,33%
  • IDXQ30 139   -0,29   -0,21%

Untuk Pendanaan REDD Plus, AS Lebih Pilih Alih Teknologi


Jumat, 21 Mei 2010 / 12:29 WIB


Reporter: Teddy Gumilar | Editor: Tri Adi

JAKARTA. Amerika Serikat belum juga menyetujui Reducing Emision Form Deforestation and Degradation (REDD) Plus dengan skema rehabilitasi hutan. Mereka lebih cenderung pengurangan emisi dilakukan dengan menggunakan alih teknologi ramah lingkungan.

Hal ini disampaikan Menteri Kehutanan Zulkifli Hasan usai membuka Kongres II Lembaga Masyarakat Desa Hutan II (LMDH) di Tasikmalaya, (20/5). Kata Menhut, keinginan AS ini tidak sejalan dengan keinginan Indonesia dan negara berkembang lain yang lebih memilih penanaman pohon. “Mereka ingin lebih ke alih teknologi,” ujar menhut.

Dalam kesempatan yang berbeda, Staf Ahli Menhut Bidang Kelembagaan hadi pasaribu menyatakan belum ada kejelasan soal pendorong sikap AS ini. namun ia menengarai sikap itu muncul karena dorongan dari kaum republiken. “Saya baca Wall Street Journal edisi awal Mei, Republiken masih keberatan dengan Redd Plus,” ujarnya.

AS lebih memilih skema alih teknologi ramah lingkungan agar industri mereka bisa ikut mengambil manfaat dalam perdagangan karbon ini. Misalnya untuk mengurangi emisi yang timbul dari pembangkit tenaga listrik. Perusahaan energi asal Negeri paman Sam, Chevron saat ini sudah mengusahakan geothermal sebagai pembangkit listrik sekitar 300 MW di Indoensia.

Kepala Litbang Kemenhut Tachir Fathoni mengungkapkan sikap dan kepastian komitmen pendanaan AS soal Redd Plus akan menjadi salah satu bahan pembicaraan kala kedatangan Barack Obama ke Indonesia. “Rencananya dalam kunjungan ke Indonesia, Redd Plus akan dibicarakan,” ujarnya.

Sebelumnya dalam COP di Copenhagen beberapa waktu lalu, Australia, Perancis, Norwegia, Inggris, dan Amerika Serikat menyatakan komitmen pendanaan REDD Plus US$ 3,5 miliar sebagai kompensasi reduksi emisi karbon yang dilakukan oleh negara berkembang.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×