kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.553   53,00   0,30%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Tunjuk pengusaha jadi wamenhan, Jokowi minta pengembangan industri pertahanan


Jumat, 25 Oktober 2019 / 14:41 WIB
Wakil Menteri Pertahanan Wahyu Sakti Trenggono


Reporter: Abdul Basith | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Presiden Joko Widodo menunjuk kalangan pengusaha untuk mengisi posisi wakil menteri pertahanan (wenhan).

Pengusaha yang juga Wakil Bendahara Umum Tim Kampanye Nasional (TKN), Sakti Wahyu Trenggono diangkat menjadi wamenhan. Nantinya Trenggono akan membantu kerja Menteri Pertahanan Prabowo Subianto.

"Profesional, berpengalaman dalam korporasi, saya beri tugas khusus mengembangkan industri strategis pertahanan," ujar Jokowi saat memperkenalkan wakil menteri, Jumat (25/10).

Baca Juga: Berikut 12 calon wakil menteri yang dipanggil Jokowi ke Istana pagi ini

Hal serupa juga diungkapkan oleh Trenggono sebelumnya usai bertemu dengan Jokowi. Trenggono mengaku memiliki latar belakang sebagai pelaku usaha.

Oleh karena itu ia siap menerima tugas sebagai wamenhan. Meskipun ia tidak memiliki latar belakang di bidang pertahanan.

"Saya siap untuk bekerja, background lebih ke arah pengembangan industri, fokus saya lebih banyak mengembangkan industri pertahanan," terang Trenggono.

Sebagai informasi Jokowi mengangkat 12 wakil menteri untuk 11 kementerian. Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) mendapatkan 2 wamen.

Wamen tersebut dilantik pada hari yang sama setelah pengenalan. Wamen akan mendapatkan fasilitas sesuai dengan yang diatur oleh Undang Undang (UU).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×