kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.574.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.913   -79,00   -0,44%
  • IDX 6.037   27,39   0,46%
  • KOMPAS100 777   3,53   0,46%
  • LQ45 595   3,08   0,52%
  • ISSI 210   1,46   0,70%
  • IDX30 331   2,54   0,77%
  • IDXHIDIV20 423   3,72   0,89%
  • IDX80 89   0,46   0,52%
  • IDXV30 115   0,93   0,82%
  • IDXQ30 108   0,61   0,57%

Tugas berat Mentan baru dua bulan ke depan


Senin, 20 Oktober 2014 / 15:27 WIB
ILUSTRASI. Bakso Udang Goreng yang satu ini punya tekstur super renyah dan garing, sebab digoreng lama dalam api kecil.


Reporter: Mona Tobing | Editor: Uji Agung Santosa

JAKARTA. Menteri Pertanian (Mentan) baru harus bekerja keras untuk menutup derasnya impor di sektor pertanian. Untuk itu Mentan baru harus bisa memacu produksi komoditas pertanian.

Namun persoalannya, memacu produksi bukan perkara mudah. Bahkan dalam dua bulan terakhir 2014 ini bayang-bayang produksi penurunan menghantui. Untuk bisa meningkatkan produksi, maka janji Presiden Joko Widodo menambah tanah pertanian seluas 1 juta hektar (ha) lahan baru dan perbaikan irigasi seluas 3 juta ha harus dijalankan.

Dirjen Tanaman Pangan Kemtan Haryono mengatakan, persoalan klasik masih membelenggu produksi tanaman pangan nasional. Itu sebabnya, swasembada belum merata terjadi pada sektor pertanian. "Tata air belum baik, distribusi dan mobilisasi sumber daya dan alat pertanian juga masih minim," katanya.

Haryono menambahkan, penetapan harga pokok produksi komoditas pertanian harus menjadi perhatian ke depan. Selain itu kerjasama Pemerintah Daerah (Pemda) untuk mencanangkan produksi pertanian sebagai sumbu ekonomi daerah.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×