kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 3.135.000   50.000   1,62%
  • USD/IDR 16.881   72,00   0,43%
  • IDX 8.035   -200,42   -2,43%
  • KOMPAS100 1.128   -28,61   -2,47%
  • LQ45 815   -19,46   -2,33%
  • ISSI 286   -6,52   -2,23%
  • IDX30 430   -9,54   -2,17%
  • IDXHIDIV20 518   -9,13   -1,73%
  • IDX80 126   -2,74   -2,13%
  • IDXV30 141   -2,34   -1,64%
  • IDXQ30 138   -3,11   -2,20%

Konflik di Timur Tengah, Kemenhaj Catat 43.363 Jemaah Tertunda Keberangkatannya


Senin, 02 Maret 2026 / 13:01 WIB
Konflik di Timur Tengah, Kemenhaj Catat 43.363 Jemaah Tertunda Keberangkatannya


Reporter: Arif Ferdianto | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Eskalasi konflik yang terjadi di kawasan Timur Tengah mulai berdampak pada aktivitas ibadah umrah tanah air. Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) mencatat puluhan ribu jemaah terpaksa menunda keberangkatan mereka ke tanah suci demi alasan keamanan.

Juru Bicara Kementerian Haji dan Umrah, Ichsan Marsha, mengungkapkan berdasarkan pendataan terbaru, terdapat puluhan ribu jemaah yang terdampak langsung oleh situasi yang belum kondusif tersebut.

"Ada sebanyak 43.363 jemaah yang tertunda keberangkatannya. Mereka adalah jemaah umrah yang direncanakan berangkat sebelum pelaksanaan Haji 2026," ujarnya kepada Kontan, Senin (2/3/2026).

Baca Juga: Surplus Dagang Indonesia US$ 950 Juta, AS Jadi Penopang Tapi Defisit China Membengkak

Meskipun jumlah jemaah yang tertunda sudah teridentifikasi, pemerintah belum bisa merinci total kerugian materiil akibat penundaan massal ini. Hal ini disebabkan adanya perbedaan harga pada setiap paket perjalanan yang ditawarkan oleh biro travel.

"Untuk total biaya umrahnya kami belum bisa update karena ini juga kaitan dengan paket layanan dari masing-masing Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU)," terangnya.

Sementara itu, terkait kondisi jemaah yang saat ini sudah berada di Arab Saudi, Ichsan menyebut, pihaknya terus memantau pergerakan kepulangan mereka. Hingga saat ini, proses pemulangan jemaah masih berlangsung menggunakan penerbangan langsung ke tanah air.

"Data detilnya sedang kami minta ke asosiasi PPIU. Saat kami rilis sebanyak 58.873, dan di tanggal 28 Februari-1 Maret sudah pulang dengan penerbangan direct Saudi-Indonesia sebanyak 6.247. Namun kami juga mendapatkan masih ada jemaah umrah yang berangkat," paparnya.

Menyikapi ketegangan ini, pemerintah mengeluarkan imbauan bagi masyarakat yang telah menjadwalkan keberangkatan dalam waktu dekat. Kemenhaj menyarankan jemaah untuk memprioritaskan keselamatan dan menunggu hingga situasi di Timur Tengah membaik.

"Bagi jemaah yang belum berangkat, kami imbau untuk menunda sementara keberangkatannya menunggu suasana kondusif. Bagi yang masih di Arab Saudi atau di negara transit, tetap tenang dan menjaga kontak dengan PPIU dan KBRI setempat," pungkasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Procurement Strategies for Competitive Advantage (PSCA) AI untuk Digital Marketing: Tools, Workflow, dan Strategi di 2026

[X]
×