kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.940.000   20.000   0,68%
  • USD/IDR 16.808   -72,00   -0,43%
  • IDX 8.032   96,61   1,22%
  • KOMPAS100 1.132   15,02   1,34%
  • LQ45 821   5,36   0,66%
  • ISSI 284   5,77   2,08%
  • IDX30 427   0,41   0,10%
  • IDXHIDIV20 513   -1,95   -0,38%
  • IDX80 127   1,53   1,22%
  • IDXV30 139   0,46   0,33%
  • IDXQ30 139   -0,29   -0,21%

Transaksi staf khusus menteri tenaga kerja mencurigakan


Rabu, 14 September 2011 / 13:31 WIB
Transaksi staf khusus menteri tenaga kerja mencurigakan
ILUSTRASI. Penyaluran KUR


Reporter: Edy Can | Editor: Edy Can

JAKARTA. Pusat Pelaporan dan Analisa Transaksi Keuangan (PPATK) menemukan transaksi mencurigakan di rekening tersangka dugaan korupsi proyek Percepatan Pembangunan Infrastruktur Daerah Transmigrasi (PPIDT) di Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi. Transaksi itu melibat staf khusus menteri tenaga kerja Ali Mudhori dan Fauzi.

"Ada transaksi dari tersangka, yang tertangkap basah. Iya ada salah satunya (stafsus Menteri), itu saja," ujar Kepala PPATK Yunus Husein, Rabu (14/9).

Meski begitu Yunus mengaku lupa mengenai jumlah persis dana transaksi tersebut. Hanya saja ia menaksir nominalnya di antara puluhan juta hingga Rp 1,5 miliar. "Kisarannya seperti itu tapi posisi persisnya seperti itu," jelasnya.

Yunus menambahkan, jumlah transaksi mencurigkan kian bertambah. Menurutnya, dari sebelumnya empat kali kini menjadi enam kali.

Saat disinggung apakah ada ditemukan transaksi mencurigakan di rekening Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Muhaimin Iskandar beserta istrinya, Yunus menegaskan hal itu tidak ada. Yunus juga mengatakan sampai dengan saat ini pihaknya baru menyerahkan satu Laporan Hasil Akhi) dari transaksi mencurigakan tersebut ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). (Willy Widianto/Tribunnews.com)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×