kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.773.000   -15.000   -0,54%
  • USD/IDR 17.739   71,00   0,40%
  • IDX 6.162   67,10   1,10%
  • KOMPAS100 813   8,13   1,01%
  • LQ45 620   4,04   0,66%
  • ISSI 218   3,97   1,85%
  • IDX30 355   2,58   0,73%
  • IDXHIDIV20 437   -1,89   -0,43%
  • IDX80 94   1,08   1,17%
  • IDXV30 121   0,41   0,34%
  • IDXQ30 115   -0,63   -0,54%

SBY janji tidak akan intervensi kasus korupsi di Kemenakertrans


Senin, 05 September 2011 / 20:19 WIB
ILUSTRASI. FLPP. KONTAN/Baihaki


Reporter: Yudho Winarto | Editor: Edy Can


JAKARTA. Pihak Istana berjanji tidak akan mengintervensi dugaan korupsi yang terjadi di Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi. Juru bicara Kepresidenan Julian Aldrin Pasha mengatakan, siapa pun yang terbukti bersalah harus diproses sesuai prosedur hukum yang berlaku.

Julian menegaskan, setiap orang mempunyai persamaan kedudukan dalam hukum. Dia mengutip pernyataan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang selama ini sering disampaikan. SBY sendiri, lanjutnyam belum berkomentar soal kasus korupsi yang disebut-sebut melibatkan Menteri Tenaga Kerja dan Trasmigrasi Muhaimin Iskandar.

Sebelumnya, dua pejabat Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrai yakni Sekretaris Direktorat Jenderal (Sesditjen) Pembinaan Pengembangan Kawasan Transmigrasi (P2KT) I Nyoman Suisnaya dan Kepala Bagian (Kabag) Program, Evaluasi, dan Pelaporan pada Ditjen P2KT Dadong Irbarelawan ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Keduanya diduga menerima suap Rp 1,5 miliar dari pengusaha Dharnawati terkait proyek percepatan pembangunan infrastruktur daerah bidang transmigrasi di 19 kabupaten dengan total anggaran Rp 500 miliar. Ketiganya telah ditetapkan sebagai tersangka.

Muhaimin kemudian disebut-sebut menerima fee dari proyek itu. Namun, Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa itu telah membantah berbagai tudingan tersebut.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×