kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.612.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.983   12,00   0,07%
  • IDX 6.196   -118,88   -1,88%
  • KOMPAS100 811   -18,90   -2,28%
  • LQ45 615   -12,33   -1,97%
  • ISSI 214   -4,08   -1,87%
  • IDX30 346   -6,54   -1,86%
  • IDXHIDIV20 428   -6,37   -1,47%
  • IDX80 93   -2,15   -2,27%
  • IDXV30 117   -1,73   -1,46%
  • IDXQ30 111   -1,86   -1,65%

TNI AU gelar operasi di perbatasan untuk antisipasi gangguan keamanan


Kamis, 13 Februari 2020 / 11:13 WIB
ILUSTRASI. Sebuah jet tempur F16 terlihat selama latihan militer di pangkalan udara militer Ranai di Pulau Natuna, provinsi Kepulauan Riau, Indonesia 6 Oktober 2016.


Sumber: Kompas.com | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID -  TNI Angkatan Udara meningkatkan pemantauan dan pengamanan di wilayah udara Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Dalam kegiatan Operasi Lintas Panah 2020 tersebut, Skuadron Udara 11 Lanud Hasanuddin Makassar mengerahkan empat pesawat tempur Sukhoi SU-30, satu dukungan helikopter Super Puma yang digunakan untuk SAR dan satu pesawat angkut C150 Hercules.

Baca Juga: Indonesia kritik studi AS soal negatif virus corona, Terawan: Ini penghinaan!

Komandan Skuadron Udara 11 Letnan Kolonel Pnb Wanda Surijohansyah mengatakan, operasi tersebut dimaksudkan untuk mengantisipasi potensi gangguan keamanan di wilayah perbatasan.

“Tujuan operasi lintas panah 2020 ini, yakni kita akan menangkal niat musuh yang masuk ke wilayah kota. Kita tidak ingin terjadi Natuna dua,” kata Wanda yang merupakan pemimpin operasi tersebut.

Selain mengerahkan alutsista, dalam operasi itu juga melibatkan 53 personel TNI AU, 13 penerbang, dan 10 teknisi. Operasi tersebut, lanjut dia, akan digelar selama 10 hari.

Baca Juga: Tiba di Natuna, Menhan langsung gelar rapat tertutup dengan Menkes




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Legacy Data-Driven Forecasting: Prediksi Penjualan Lebih Akurat, Keputusan Bisnis Lebih Tepat

[X]
×