kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.859.000   40.000   1,42%
  • USD/IDR 17.535   104,00   0,60%
  • IDX 6.859   -46,72   -0,68%
  • KOMPAS100 916   0,38   0,04%
  • LQ45 670   1,21   0,18%
  • ISSI 248   -2,34   -0,93%
  • IDX30 377   0,90   0,24%
  • IDXHIDIV20 461   -0,72   -0,16%
  • IDX80 104   0,22   0,22%
  • IDXV30 132   0,58   0,44%
  • IDXQ30 120   -0,91   -0,75%

Tim Ekonom Bank Mandiri Ramal Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Melambat di Kuartal I


Jumat, 02 Mei 2025 / 15:12 WIB
Tim Ekonom Bank Mandiri Ramal Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Melambat di Kuartal I
ILUSTRASI. ANTARA FOTO/Adiwinata Solihin/YU. Bank Mandiri memperkriakan pertumbuhan ekonomi pada kuartal I 2025 tumbuh melambat menjadi sebesar 4,91% year on year (yoy),


Reporter: Siti Masitoh | Editor: Tri Sulistiowati

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Bank Mandiri memperkriakan pertumbuhan ekonomi pada kuartal I 2025 tumbuh melambat menjadi sebesar 4,91% year on year (yoy), melambat dari pertumbuhan ekonomi pada kuartal IV 2024 sebesar 5,02% yoy.

Bank Mandiri menyoroti beberapa faktor penyebab melambatnya pertumbuhan ekonomi pada kuartal I 2025. Pertama, pertumbuhan konsumsi rumah tangga sebagai faktor pendorong terbesar ekonomi, diperkirakan akan di bawah 4,9% yoy pada kuartal I 2025, melambat dari 5,0% yoy pada posisi kuartal IV 2024,

“Ini mencerminkan kecenderungan belanja defensif karena rumah tangga mengalokasikan sebagian pendapatan mereka untuk tabungan pencegahan,” mengutip keterangan tertulis Bank Mandiri, Jumat (2/5).

Baca Juga: Rupiah Ditutup Menguat 1% ke Rp 16.438 Per Dolar AS Hari Ini (2/5), Asia Perkasa

Kedua,  belanja pemerintah diperkirakan menurun menjadi 3,3% yoy pada kuartal I 2025, dari 4,3% yoy pada kuartal IV 2024, di tengah penyesuaian kebijakan dan pencairan yang lambat di awal tahun.

Ketiga, menurunnya realisasi belanja juga diperkriakan berimbas pada investasi yang amsuk. Investasi diperkirakan tumbuh 1,7% yoy pada kuartal I 2025, nemun turun dari 4,9% yoy pada kuartal IV 2024.

Bank Mandiri menilai, pencairan fiskal yang tertunda, khususnya untuk proyek infrastruktur dan investasi yang didukung pemerintah, telah menyebabkan laju pembentukan modal yang lebih lambat selama periode tersebut.

Keempat, kinerja perdagangan eksternal diperkirakan akan melemah pada awal tahun 2025, mencerminkan momentum perdagangan global yang lebih lemah. Pertumbuhan ekspor diperkirakan akan melambat menjadi 5,9% yoy pada kuartal I 2025, dari 10,2% yoy pada kuartal sebelumnya.

“Sementara pertumbuhan impor diperkirakan akan menurun menjadi 2,7% dari 11,3% sebelumnya,” mengutip keterangan tersebut.

Baca Juga: Aspirasi Hidup Indonesia (ACES) Bukukan Kenaikan Penjualan 7,2% pada Kuartal I-2025

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×