kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45991,60   -2,56   -0.26%
  • EMAS1.135.000 -0,09%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Tersangka Dugaan Korupsi BTS, Harta Kekayaan Johnny G Plate Rp 65 M Dalam 3 Tahun


Minggu, 21 Mei 2023 / 04:55 WIB
Tersangka Dugaan Korupsi BTS, Harta Kekayaan Johnny G Plate Rp 65 M Dalam 3 Tahun


Reporter: Adi Wikanto | Editor: Adi Wikanto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Johnny G Plate menjadi tersangka baru kasus dugaan korupsi penyediaan menara base transceiver station (BTS) 4G dan infrastruktur pendukung 1, 2, 3, 4 dan 5 Bakti Kementerian Kominfo tahun 2020-2022. Di balik kasus dugaan korupsi BTS, Johnny G Plate termasuk politisi dan pejabat pemerintah dengan harta melimpah.

Dalam waktu tiga tahun, harta kekayaan Johnny G Plate bisa bertambah hingga Rp 65 miliar. Politisi Partai Nasdem ini berhasil meningkatkan harta kekayaan dari Rp 126 miliar menjadi Rp 191 miliar. Simak perkembangan kenaikan harta kekayaan Johnny G Plate.

Harta kekayaan Johnny G Plate meningkat pesat

Merujuk Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN), Johnny G Plate menyampaikan LHKPN terakhir kali Maret 2022 untuk periode laporan tahun 2021.  Jumlah harta kekayaan Johnny G Plate per 31 Desember 2021 mencapai Rp 191,24 miliar. Dibandingkan LHKPN tahun 2018, harta kekayaan Johnny G Plate naik hampir 50%.

Baca Juga: Johnny G Plate Jadi Tersangka Kasus BTS Bakti, Ini Respon Kementerian Kominfo

Harta kekayaan Johnny G Plate per 31 Desember 2018 hanya Rp 126,76 miliar. Kemudian tahun 2019, harta kekayaan Johnny G Plate naik menjadi Rp 172,20 miliar. Sedangkan tahun 2020, harta kekayaan Johnny G Plate naik menjadi Rp 189,97 miliar.

Harta kekayaan Johnny G Plate per 31 Desember 2021 terdiri dari tanah dan bangunan senilai Rp 141,46 miliar. Johnny G Plate memiliki aset tanah dan bangunan sebanyak 46 unit yang tersebar di Jakarta, Kota Manggarai, dan Cilegon-Banten.

Harta kekayaan Johnny G Plate lain berupa alat transportasi senilai Rp 460 juta. Ini terdiri dari Toyota Alphard tahun 2013 dan Colt Truck tahun 2014.

Johnny G Plate juga memiliki harta bergerak lain senilai Rp 3,61 miliar, surat berharga Rp 4,11 miliar, serta kas dan setara kas Rp 51,84 miliar.

Total harta Johnny G Plate Rp 201,59 miliar. Namun Johnny G Plate tercatat memiliki utang Rp 10,35 miliar. Dengan demikian total harta kekayaan Johnny G Plate tahun 2021 sebesar Rp 191,24 miliar.

Sementara itu, saat duduk sebagai anggota DPR, Johnny G Plate pada akhir tahun 2018 menyampaikan LHKPN dengan jumlah harta kekayaan Rp 126,76 miliar.

Pada tahun 2018, kekayaan Johnny G Plate berupa tanah dan bangunan hanya senilai Rp 110,62 miliar.

Johnny G Plate baru memiliki 20 tanah dan bangunan yang tersebar di Manggarai, Jakarta Selatan, dan Depok. Berbeda dengan tahun 2021, Johnny G Plate belum memiliki aset tanah di Cilegon.

Sedangkan harta kendaraan bermotor Johnny G Plate pada tahun 2018 lebih banyak dibandingkan tahun 2021. Johnny G Plate pada 2018 memiliki 9 kendaraan bermotor dengan nilai total Rp 4,81 miliar.

Kendaraan bermotor milik Johnny G Plate tahun 2018 meliputi mobil Nissan X-Trail, BMW 120I, Honda CRV, Mercedes Benz S 500, Range Rover, Alphard, Cadillac Escalade, Mitsubishi Colt Truck dan motor Suzuki.

Kemudian harta lain tahun 2018 Rp 3,6 miliar, surat berharga Rp 4,42 miliar serta kas Rp 6,06 miliar.

Johnny G Plate tersangka dugaan korupsi BTS

Johnny G Plate resmi berstatus tersangka kasus dugaan korupsi pengadaan BTS di Bakti Kominfo. Bakti Komindo adalah institusi non eselon di bawah Kominfo yang menangani penyediaan infrastruktur telekomunikasi.

Johnny G Plate ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan korupsi setelah menjalani pemeriksaan yang ketiga kalinya di Gedung Bundar Kejagung, Jakarta, pada hari ini. 

Johnny G Plate sudah diperiksa sebanyak tiga kali terkait kasus ini. Sebelum hari ini, Johnny G Plate sempat diperiksa pada Selasa (14/2) dan Rabu (15/3) lalu dalam kapasitas sebagai saksi.

Kerugian keuangan negara dalam kasus ini mencapai Rp 8 triliun menurut perhitungan BPKP.

Kejagung sudah menetapkan lima orang tersangka. Salah satunya Direktur Utama (Dirut) Bakti Kominfo Anang Achmad Latif (AAL). 

Sementara itu, keempat tersangka lainnya adalah Account Director of Integrated Account Departement PT Huawei Tech Investment, Mukti Ali (MA), Komisaris PT Solitech Media Sinergy, Irwan Hermawan (IH). 

Kemudian, Direktur Utama PT Mora Telematika Indonesia, Galubang Menak (GMS); dan Tenaga Ahli Human Development (HUDEV) Universitas Indonesia Tahun 2020, Yohan Suryanto (YS). 

Profil Johnny G Plate

Diberitakan Kompas.com, Johnny G Plate lahir di Flores, Nusa Tenggara Timur, pada 10 September 1956. Johnny G Plate menghabiskan masa kecil hingga sekolah menengah atas di Manggarai, NTT.

Johnny G Plate tercatat pernah bersekolah di Sekolah Dasar Negeri 1 Reo, Manggarai, antara 1962 sampai 1968. Johnny lantas melanjutkan pendidikan ke SMP St. Pius XII Kisol, Manggarai, pada 1968 sampai 1971.

Setelah itu Johnny berhasil masuk ke SMAN 1 Ruteng, Manggarai pada 1971 dan lulu pada 1974. Johnny G Plate sempat menempuh pendidikan sebagai taruna pada Akademi Ilmu Pelayaran RI (1974-1977).

Setelah itu Johnny melanjutkan pendidikan S1 di Fakultas Ekonomi, Universitas Katolik Atmajaya, Jakarta (1981-1986). Setelah lulus sebagai sarjana, Johnny lantas masuk ke dunia bisnis.

Johnny G Plate mulanya berbisnis alat-alat perkebunan di awal 1980-an. Bisnisnya sukses lantaran saat itu sedang marak pembukaan lahan untuk perkebunan di Kalimantan dan Papua.

Johnny G Plate lantas mengembangkan bisnisnya dan mulai terjun ke sektor transportasi. Johnny G Plate tercatat pernah bekerja di PT. Anugrah Group sebagai Finance Department (1982-1992) dan Operation Manager (1992-1996).

Selain itu Johnny juga tercatat pernah menjabat sebagai Deputy President PT. Dwipangga Group pada 1996 sampai 1998. Johnny juga pernah menjabat sebagai Direktur Utama PT. Gajendra Adhi Sakti pada 1998-2000.

Selain itu Johnny juga pernah menjadi Komisaris PT. PJB Power Service (2005-2011), Group CEO Bima Palma Group (2005-2013), Komisaris PT. Air Asia (2005-2013), Chairman PT. Mandosawu Putratama Sakti (2006-2013), Komisaris Utama PT. Aryan Indonesia (2007-2013), dan Direktur Utama PT. Air Asia Investama (2012-2013).

Saat berkecimpung di dunia bisnis, Johnny lantas melirik dunia politik. Karier politik Johnny G Plate dimulai ketika ia bergabung dengan Partai Kesatuan Demokrasi Indonesia (PKDI) sebagai Ketua Dewan Pertimbangan PKDI Jakarta (2010-2013), dan Ketua Mahkamah PDKI (2012-2013).

Lantas pada 2013, Johnny G Plate pindah ke Partai Nasdem. Di Partai Nasdem, Johnny sempat menjabat Ketua Departemen Energi SDA dan Lingkungan Hidup DPP NasDem pada 2014-2019.

Johnny G Plate kemudian melenggang menjadi Anggota DPR RI dari Fraksi Nasdem pada periode 2013-2017. Saat itu Johnny menjabat sebagai Anggota Komisi XI yang membidangi Makro Ekonomi, Moneter, Keuangan, Pasar Modal dan Perbankan Nasional.

Johnny G Plate juga menjadi Anggota Badan Anggaran DPR-RI. Johnny G Plate juga menjadi Wakil Ketua dan Ketua Fraksi NasDem pada 2014-2018.

Karena kinerjanya yang apik, karier politik Johnny terus naik dan diangkat oleh sang Ketua Umum Surya Paloh menjadi Sekretaris Jenderal Partai NasDem (2017-2019) menggantikan Nining Indra Saleh.

Johnny kemudian diangkat Presiden Joko Widodo (Jokowi) sebagai Menteri Komunikasi dan Informatika Indonesia pada Kabinet Indonesia Maju (2019-2024).

Itulah perkembangan harta kekayaan Johnny G Plate.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

DONASI, Dapat Voucer Gratis!
Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.



TERBARU

[X]
×