kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.615.000   -20.000   -0,76%
  • USD/IDR 18.107   -18,00   -0,10%
  • IDX 6.056   18,26   0,30%
  • KOMPAS100 791   2,87   0,36%
  • LQ45 601   -1,63   -0,27%
  • ISSI 210   3,12   1,51%
  • IDX30 340   -0,92   -0,27%
  • IDXHIDIV20 422   -0,40   -0,09%
  • IDX80 90   0,25   0,28%
  • IDXV30 115   0,90   0,79%
  • IDXQ30 109   -0,12   -0,11%

Tekanan Kelas Menengah dan PHK Berisiko Lemahkan Konsumsi Rumah Tangga pada 2026


Kamis, 25 Desember 2025 / 18:00 WIB
Tekanan Kelas Menengah dan PHK Berisiko Lemahkan Konsumsi Rumah Tangga pada 2026
ILUSTRASI. PHK buruh dan karyawan PT. Sritex ( ANTARA FOTO /MOHAMMAD AYUDHA). Pada tahun 2026, konsumsi rumah tangga diprediksi melemah akibat tekanan pada kelas menengah yang turun kelas dan peningkatan jumlah PHK di tahun sebelumnya.


Reporter: Nurtiandriyani Simamora | Editor: Noverius Laoli

Menurut Rizal, dampak kenaikan PTKP terhadap konsumsi dinilai lebih terarah dan memiliki efek pengganda (multiplier) yang lebih besar.

Sebaliknya, penurunan tarif Pajak Pertambahan Nilai (PPN) cenderung menyebar dan berisiko lebih banyak dinikmati kelompok berpendapatan atas, sehingga efisiensi fiskalnya lebih rendah.

Meski demikian, Rizal menekankan bahwa kebijakan kenaikan PTKP perlu dilengkapi dengan bantuan sosial (bansos) yang lebih presisi serta kebijakan pasar kerja yang mendorong penciptaan lapangan kerja. 

Dengan demikian, dorongan konsumsi tidak hanya bersifat sementara, tetapi ditopang oleh perbaikan pendapatan dan meningkatnya rasa aman rumah tangga.

Baca Juga: Setoran Pajak Karyawan Menurun, Imbas Gelombang PHK di 2025?

Sebelumnya, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengakui pelemahan konsumsi hingga terjadinya lonjakan PHK, tidak terlepas dari perlambatan ekonomi yang berdampak pada melemahnya permintaan.

“PHK terjadi ketika demand-nya lemah sekali. Itu terjadi 10 bulan awal, sembilan bulan pertama tahun lalu. Tahun ini 10 bulan pertama ekonomi juga slow,” ujar Purbaya belum lama ini, Selasa (23/12/2025).

Meski demikian, Purbaya optimistis kondisi ekonomi pada 2026 akan membaik seiring dengan kebijakan fiskal dan moneter yang lebih selaras.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Teori, Strategi & Taktik Penagihan Kredit/ Piutang Macet Secara Dini & Terintegrasi Serta Efisien & Efektif

[X]
×