kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.904.000   -43.000   -1,46%
  • USD/IDR 16.853   10,00   0,06%
  • IDX 8.212   -53,08   -0,64%
  • KOMPAS100 1.158   -9,98   -0,85%
  • LQ45 830   -9,73   -1,16%
  • ISSI 295   -1,25   -0,42%
  • IDX30 432   -3,95   -0,91%
  • IDXHIDIV20 516   -4,82   -0,92%
  • IDX80 129   -1,21   -0,93%
  • IDXV30 142   -0,67   -0,47%
  • IDXQ30 139   -1,75   -1,24%

Pangsa Ekspor Diperluas, Airlangga Optimis Ekspor Tekstil 10 Tahun ke Depan Meningkat


Jumat, 13 Februari 2026 / 15:20 WIB
Pangsa Ekspor Diperluas, Airlangga Optimis Ekspor Tekstil 10 Tahun ke Depan Meningkat
ILUSTRASI. Tarif PPN Bakal Diturunkan Lagi? Ini Kata Menko Airlangga (KONTAN/Dendi Siswanto)


Reporter: Siti Masitoh | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto membeberkan, dengan dibukanya pangsa ekspor ke banyak negara, kinerja ekspor Indonesia diperkirakan meningkat.

“Dengan dibukanya ekspor ke banyak negara, di ekspor tekstil saja kalau kita buka semua, dalam 10 tahun ke depan diperkirakan bisa meningkat 10 kali lipat,” tutur Airlangga dalam Indonesia Economic Outlook 2026, Jumat (12/2/2026).

Nah dengan meningkatnya kinerja ekspor tersebut, Airlangga optimistis kesempatan dan peluang kerja akan semakin banyak. Hal ini sejalan dengan kebutuhan tenaga kerja perusahaan karena meningkatnya jumlah oerderan.

Sejalan dengan itu, kinerja investasi juga diperkirakan dapat meningkat. Nah, untuk mendorong investasi tersebut, birokrasi sederhana bagi dunia usaha terus dipermudah, juga penegakan hukum ditingkatkan.

Baca Juga: Ekspor Desember 2025 Naik 11,64% YoY, Ditopang Nonmigas dan Industri Pengolahan

Sebagai gambaran, Indonesia telah menyelesaikan dua kesepakatan penting di sektor perdagangan internasional, yakni masing-masing dengan Amerika Serikat dan Uni Eropa, yang diharapkan akan dapat memberikan dampak langsung terhadap peningkatan ekspor nasional, stabilitas industri padat karya, hingga perluasan akses pasar bagi pelaku usaha kecil dan menengah.

Sebelumnya, Airlangga menyebut, Indonesia dan Uni Eropa telah mencapai kesepakatan substansial melalui Indonesia–European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU CEPA). Perjanjian tersebut mencakup penghapusan bea masuk terhadap lebih dari 90% produk ekspor Indonesia ke Eropa. Dengan diberlakukannya tarif 0%, produk nasional akan memiliki daya saing yang jauh lebih kuat di pasar Eropa.

Baca Juga: Di Bawah Target Pemerintah, Kinerja Ekspor Tumbuh 6,15% pada 2025

Indonesia dan Uni Eropa juga bersepakat untuk mempercepat proses ratifikasi agar dapat berlaku efektif dalam waktu satu tahun. Dengan adanya perjanjian strategis tersebut, Pemerintah menargetkan peningkatan ekspor ke Eropa dapat mencapai hingga USD60 miliar dalam 8 tahun ke depan.

Dengan Amerika Serikat, Indonesia mengambil langkah strategis dengan menawarkan pembelian langsung komoditas utama AS, seperti energi dan produk pertanian. Menurut Menko Airlangga, langkah tersebut lebih efektif dibanding skema penurunan tarif bertahap karena mampu memberikan dampak terhadap neraca perdagangan dalam waktu singkat.

Melalui pembelian langsung, Indonesia mendapat keunggulan kompetitif dibanding negara lain di Kawasan, khususnya di sektor tekstil dan alas kaki yang selama ini menjadi tulang punggung industri padat karya.

Baca Juga: Ekspor Migas RI Turun 17,64% Jadi US$ US$ 11,81 Miliar di Januari-November 2025

Selanjutnya: Kejar Pertumbuhan, Lion Metal (LION) Siapkan Belanja Modal Untuk Pengadaan Teknologi

Menarik Dibaca: Promo JSM Hypermart 13-16 Februari 2026, Aneka Biskuit Kaleng Diskon hingga 40%

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! [Intensive Workshop] Excel for Business Reporting

[X]
×